Setahun, Rembang Ungkap 25 Kasus Peredaran Gelap Narkoba

Jumat, 16 September 2016 | 11:41 WIB
Barang bukti sabu-sabu yang diamankan oleh aparat Satres Narkoba Polres Rembang dari GRA, saat ditangkap, Kamis (9/6/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

Barang bukti sabu-sabu yang diamankan oleh aparat Satres Narkoba Polres Rembang dari GRA, saat ditangkap, Kamis (9/6/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kabupaten Rembang menjadi daerah incaran para pengedar gelap narkoba. Buktinya, dalam setahun saja, polisi mengungkap 25 kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan berbahaya.

Menurut catatan pihak Kepolisian Resor Rembang, 25 kasus itu terungkap pada rentang waktu 2015 sampai dengan September 2016. 22 kasus di antaranya sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk diproses lebih lanjut sehingga sampai di meja pengadilan.

Sisanya, yakni lima kasus yang direhabilitasi selama proses penyidikan, dua kasus dalam proses penyidikan, dan satu kasus; berkasnya masih belum dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengakui bahwa peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba sudah berada pada level darurat. Sasaran tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

“Kami perlu lebih giat melakukan sosialisasi seperti di sekolah-sekolah, desa-desa, termasuk pada kalangan pegawai negeri sipil,” terangnya di sebuah kesempatan belum lama ini.

Secara khusus, Kapolres menyoroti peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di kalangan anak-anak. Ia pun mengungkap fakta bahwa dari beberapa kasus kejahatan yang mendudukkan anak sebagai tersangka pelaku, sebagian didahului dengan menelan pil koplo.

“Berbagai pihak mesti bersama-sama memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Perlu ada komitmen diri, regulasi antinarkoba, dan konsolidasi kekuatan antara pemerintah, swasta, dan komponen masyarakat,” tegasnya.

Terakhir kali, Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Rembang menangkap Danang Puji Santoso alias Tengul (36) warga Desa Tambahrejo Kecamatan Blora Kabupaten Blora.

Penangkapan Danang sekaligus mengungkap peredaran gelap ratusan pil dobel L yang disinyalir dipasarkan kepada anak-anak dan pelajar di Kabupaten Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan