Seratusan Warga Kemadu Protes Bangunan Liar

Kamis, 8 Desember 2016 | 15:27 WIB
Aksi unjuk rasa warga memprotes bangunan liar di tepi Sungai Kemadu, Kamis (8/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Aksi unjuk rasa warga memprotes bangunan liar di tepi Sungai Kemadu, Kamis (8/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SULANG, mataairradio.com – Seratusan orang warga Desa Kemadu Kecamatan Sulang melakukan aksi unjuk rasa memprotes bangunan liar di tepat sebelah utara sungai desa setempat, Kamis (8/12/2016) pagi.

Menurut warga, bangunan calon deretan toko berukuran 15×16 meter di seberang jalan depan gudang milik PT Sadana Arif Nusa, berdiri di atas tanah milik Negara dan mengganggu aliran sungai.

Suhut, koordinator aksi tersebut mengatakan, sejak calon toko tersebut dibangun, aliran Sungai Kemadu kerap meluap, sehingga air melimpasi tanah milik warga yang terletak di tepian sungai.

Warga menuntut kepada pihak Pemerintah Desa Kemadu untuk segera menertibkan bangunan yang dianggap liar itu dan apabila pemdes tidak cepat menangani mereka mengancam akan menertibkan secara paksa.

“Sejak ruko itu di bangun, lebar sungai jadi menyempit, sehingga aliran air terhambat dan mudah meluap. Tanah milik warga Kemadu yang ada di dekat sungai sering terkena limpasan dan terancam kena erosi,” katanya.

Kepala Desa Kemadu Taslim Widiyanto mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan, terkait alih fungsi lahan aliran sungai oleh bangunan liar, kepada pihak penanggung jawab pembangunan toko.

“Pihak Pemerintah Desa Kemadu sudah memperingatkan sebelumnya. Bahkan surat peringatannya juga sudah ditembuskan ke Camat Sulang, Komandan Rayon Militer Sulang, dan Kepala Polisi Sektor Sulang,” tandasnya.

Menurutnya, pihak penanggung jawab pembangunan yang merupakan warga Desa Sulang mengabaikan peringatan dengan tetap melanjutkan pembangunan toko, sehingga ada bagian sungai yang termakan bangunan.

“Tidak ada respon, malah masih melanjutkan pembangunannya. Lebar lahan aliran sungai berkurang. Akibatnya warga yang lahannya terluapi air sungai, protes dengan melakukan aksi demo di lokasi pembangunan ruko,” pungkasnya.

Pada saat aksi unjuk rasa berlangsung, penanggung jawab bangunan tersebut tampak tidak ada di tempat, sedangkan pekerja yang biasa kerja di lokasi itu, juga tidak tampak beraktivitas alias sepi.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan