Seorang Warga Gunem Dikabarkan Bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng

Senin, 10 Oktober 2016 | 17:09 WIB
Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang Kartono memberikan keterangan pers mengenai seorang pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi berasal dari Kecamatan Gunem yang bertahan di padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: Pujianto)

Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang Kartono memberikan keterangan pers mengenai seorang pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi berasal dari Kecamatan Gunem yang bertahan di padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang warga Desa Gunem Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang dikabarkan masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Informasi tersebut dikonfirmasi Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Rembang Kartono ketika ditemui oleh awak media pada Senin (10/10/2016) siang. Menurutnya, memang ada informasi Sjd warga Gunem berada di sana.

“Informasi tentang itu (warga Gunem bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng, red.) memang ada. Tetapi kita belum lacak ke sana. Informasi juga belum akurat. Kami belum tahu pasti kebenarannya,” ujarnya.

Pihaknya pun belum sampai menerima permohonan bantuan penjemputan yang bersangkutan dari Padepokan Dimas Kanjeng. Namun Kartono menyatakan pihaknya akan membantu menjemput Sjd jika dibutuhkan.

Selain Sjd, pihak Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang mengonfirmasi adanya lima warga berasal dari Kabupaten Rembang yang merupakan korban dari penipuan dengan modus penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng.

Namun kelimanya disebut sudah sadar telah menjadi korban penipuan, setelah sebelumnya juga sempat berada di padepokan selama sekitar 2 minggu. Mereka sadar setelah harapan uang tergandakan hanya pepesan kosong.

“Menurut informasi, dari mereka ada yang kena (tipu) Rp15 juta. Rata-rata, korban berlatarbelakang petani. Mereka tergiur karena ingin cepat mendapat keuntungan. Mereka kepincut oleh informasi yang disampaikan dari mulut ke mulut,” paparnya.

Kartono mengaku sudah sempat mendorong para korban yang merupakan warga dari wilayah Kecamatan Kaliori itu untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib bahwa telah menjadi korban penipuan oleh Dimas Kanjeng. Namun para korban menolaknya.

“Rata-rata korban meminta untuk tidak diekspos karena sudah malu. Intinya mereka sudah sadar telah menjadi korban penipuan. Kami dorong untuk lapor, tetapi ya itu tadi; malu,” tuturnya.

Sebagai pelajaran atas kasus Dimas Kanjeng dan guna mengantisipasi terulangnya kejahatan yang dibungkus modus operandi serupa, Kartono meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan, apalagi yang menjurus tahayul.

“Jangan mudah percaya tahayul. Kalau nggak masuk akal ya jangan percaya. Yang meragukan ya jangan dilaksanakan. Kita mesti jaga iman kita sebagai orang yang beragama,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan