Seorang Pekerja Tewas Kesetrum saat Bongkar Panggung Dangdut

Senin, 30 Mei 2016 | 17:07 WIB
Seorang pekerja tewas akibat kesetrum ketika sedang membogkar panggung yang belum lama usai dipakai pentas musik dangdut di Dusun Semambung Desa Wiroto Kecamatan Kaliori, Senin (30/5/2016) pagi. (Foto: facebook.com)

Seorang pekerja tewas akibat kesetrum ketika sedang membogkar panggung yang belum lama usai dipakai pentas musik dangdut di Dusun Semambung Desa Wiroto Kecamatan Kaliori, Senin (30/5/2016) pagi. (Foto: facebook.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Seorang pekerja tewas kesetrum saat sedang membongkar panggung dangdut di Dusun Semambung Desa Wiroto Kecamatan Kaliori, Senin (30/5/2016) pagi.

Korban diketahui bernama Harno (35) warga Dukuh Sukorukun Desa Trolu Kecamatan Jaken Kabupaten Pati. Korban tidak bekerja sendirian dalam membongkar panggung, tetapi bersama empat rekannya.

Kepala Desa Wiroto Lasmiyatun mengaku mendapat informasi perihal seorang pekerja yang kesetrum itu dari warganya. Dari yang ia dengar, Harno diduga kurang hati-hati saat bekerja.

“Masih ada jarak antara bagian tiang panggung dengan kabel listrik tegangan tinggi PLN, tetapi mungkin karena lalai atau kurang hati-hati, korban kesetrum,” tuturnya kepada reporter mataairradio.

Menurutnya, panggung dangdut itu mestinya dibongkar pada hari Minggu (29/5/2016) kemarin, setelah dipakai pentas musik dangdut pada malam hari sebelumnya.

“Pentas dangdutnya Sabtu (28/5/2016) malam. Tapi entah kenapa, panggung yang mestinya dibongkar Minggu, baru dibongkar Senin pagi. Ini tadi saya langsung menghubungi pihak kepolisian,” jelasnya.

Petugas polisi dari Polsek Kaliori bersama tim medis dari Puskesmas Kaliori segera melakukan visum luar terhadap korban. Dipastikan Harno tewas akibat kesetrum.

“Setelah divisum dan dinyatakan meninggal akibat kesetrum, jenazah langsung diurus oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. Soal panggung, ya diteruskan bongkar,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan