Sempat Mangkir, Dua Saksi Wartawan Hadir

Selasa, 13 Juni 2017 | 16:29 WIB

Heru Budi Santosa (kiri, berbaju kotak bergaris cokelat) dan Wisnu Aji, sesaat setelah diambil sumpahnya sebagai saksi kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan oleh seorang pekerja PLTU PJB Sluke bernama Suryono pada persidangan di Pengadilan Negeri Rembang, Selasa (13/6/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sidang lanjutan atas kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan oleh pekerja PLTU PJB Sluke bernama Suryono warga Desa Grawan Kecamatan Sumber digelar, Selasa (13/6/2017) siang.

Agendanya masih meminta keterangan saksi. Kali ini, dua orang saksi yang sebelumnya mangkir, hadir, yaitu Tri Bekti Wisnu Aji wartawan dari Radar Kudus biro Rembang dan Heru Budi Santoso wartawan Radio CBFM.

Sementara Dicky alias Muntoyo pewarta dari Radio Pop FM Rembang masih belum bisa dihadirkan karena sakit gagal ginjal. Kehadiran Wisnu dan Heru pada sidang ini setelah tiga kali mangkir dan diancam jemput paksa.

Setelah sidang dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Antyo Harri Susetyo dan terdakwa duduk di kursi pesakitan, kedua saksi langsung diambil sumpahnya. Majelis Hakim lalu mempersilakan Wisnu memberi kesaksian lebih dulu.

Selama Wisnu memberikan keterangan sebagai saksi, Heru Budi Santoso alias Antok, disilakan menunggu di luar ruang sidang. Begitu selesai, baru gantian Wisnu keluar, sedangkan Antok disilakan masuk ruang persidangan.

Intinya, kedua saksi menyatakan dirugikan dan jengkel karena dihalang-halangi saat melakukan tugas jurnalistik.

Namun, keduanya memilih memaafkan terdakwa, meski sebelumnya telah sempat memilih menempuh jalur hukum bersama PWI Kabupaten Rembang.

Saat kasus ini masih pada ranah penyelidikan di kepolisian, Wisnu dan Antok sempat mencabut keterangan yang pernah diberikannya, dari berkas berita acara pemeriksaan.

Alasan pencabutan keterangan ini sempat ditanyakan oleh Majelis Hakim pada sidang siang itu.

Keduanya mencabut keterangan pengaduan karena sudah memaafkan terdakwa yang meminta maaf.

Namun tiga orang lainnya yang juga korban upaya penghalang-halangan kerja pers, yakni Djamal A Garhan, Sarman Wibowo, dan Dicky, tetap membawa perkara ini hingga persidangan.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim menyatakan akan melanjutkan persidangan pada Selasa (20/6/2017) pekan depan masih dengan agenda yang sama, yaitu pemeriksaan saksi, yakni dua dari pihak PLTU dan dari terdakwa.

“Kami berharap pemeriksaan saksi, termasuk dua orang saksi ahli, bisa tuntas sebelum Lebaran agar setelah Lebaran nanti kita bisa masuk penuntutan dan putusan,” kata Antyo sebelum menutup persidangan siang itu.

Sidang kali ini merupakan persidangan keempat atas kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan kerja pers meliput korban kecelakaan kerja karyawan PLTU Sluke di RSUD Rembang, 18 Agustus 2016.

Suryono didakwa melanggar kebebasan pers yang diatur dalam Pasal 18 Undang-undang tentang Pers dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan