Sejumlah Guru Honorer Pertanyakan Alasan Pemotongan Honor

Sabtu, 7 Desember 2019 | 17:22 WIB

Ilustrasi (Foto:4.bp.blogspot.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) mempertanyakan kebijakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang terkait potongan Bantuan Kesejahteraan (Bankesra) pada bulan November 2019.

Besaran potongan bervariasi antara Rp40-100 ribu dengan rincian GTT/PTT yang mendapat honor Rp1,4 juta dipotong sebesar Rp100 ribu, yang mendapat honor Rp850 ribu dipotong sebesar Rp70 ribu, Rp700 ribu dipotong Rp50 ribu, dan yang mendapat honor Rp550 ribu dipotong Rp40 ribu.

Salah satu GTT yang tidak ingin disebutkan namanya mempertanyakan alasan pemotongan tersebut, Pasalnya alasan yang diterimanya hanya kas Bankesra mengalami kekosongan sehingga harus dipotong dan jika tidak dipotong malah honor satu bulan tidak bisa cair.

“Ya infonya kalau tidak dipotong malah cuma dibayar dua bulan saja Mas, padahal kita sudah tandatangan tiga bulan,” ungkapnya.

Dirinya mendapatkan intruksi untuk tandatangan ulang di kantor kecamatan pada Sabtu (7/12/2019) siang maksimal pukul 11.00 waktu setempat.

Kasturi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Pembinaan Khusus (PPK) pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang membenarkan adanya potongan honor pada GTT/PTT. Dirinya menjelaskan anggaran yang ada seharusnya cukup untuk pembayaran honor GTT/PTT namun ada GTT/PTT baru selama dua tahun yang juga harus dibayar honornya sehingga anggaran yang ada tidak cukup.

Kekurangan anggaran sejumlah Rp 100 juta lebih. Pihak Dindikpora akhirnya mengambil solusi untuk mencari kekurangan tersebut. Hasilnya mendapatkan Rp30 juta dari dana SMP yang mengalami kelebihan, sedangkan Rp 70 juta lebih diambilkan dari potongan GTT/PTT bulan November 2019 dengan variasi potongan yang berbeda.

“Kita kekurangan dana seratus juta enam ratus ribu Mas, yang Rp 30 juta kita ambilkan dana lebih dari SMP. Dan yang Rp 70 juta lebih kita ambilkan dari teman-teman GTT/PTT,” ungkapnya.

Kasturi menambahkan ada 1422 GTT/PTT yang harus dibayar. Dirinya juga membenarkan jika tidak diambilkan dari potongan tersebut maka honor selama satu bulan dari tiga bulan yang sudah ditandatangani malah tidak cair karena anggaran tidak cukup.

Dirinya memaklumi jika ada beberapa GTT/PTT yang merasa keberatan, namun pihaknya memastikan bahwa potongan ini hanya sekali saja yaitu untuk November 2019. Informasinya Bankesra tahun 2020 akan dinaikkan oleh Pemda.

“Ya Mas, nanti malah tidak cair yang satu bulan. Kalau grundel pasti ada. Namun saya berharap teman-teman bisa legowo,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu Kepala Sekolah saat dikonfirmasi oleh reporter mataairradio.com apakah sudah ada Bankesra untuk GTT/PTT yang baru menyatakan belum ada, bahkan usulannya saja belum. Dirinya tidak mau mengomentari terkait adanya potongan Bankesra yang dilakukan oleh pihak Dindikpora.

“Belum ada Bankesra Mas untuk GTT/PTT yang baru,” ungkapnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan