Satu Orang Lansia Calhaj Batal Berangkat Haji

Wednesday, 31 May 2017 | 14:58 WIB

Jemaah calon haji kelompok terbang 48 berasal dari Kabupaten Rembang menjalani pemeriksaan medis di wilayah Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, sebelum berangkat ke Tanah Suci, 28 Agustus 2016. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang lanjut usia atau lansia calon haji berasal dari Kabupaten Rembang dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini, meskipun sempat masuk pada jatah pelunasan BPIH tahap kedua.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang Shalehudin mengatakan, dari 11 orang yang masuk kuota pelunasan tahap kedua, ada satu orang yang tak melunasi.

“Ada satu Calhaj yang tidak melunasi karena sakit. Dia lansia dan merupakan Calhaj asal Sulang. Dengan demikian, yang melakukan pelunasan tahap kedua hanya 10 dari 11 orang,” ungkap dia kepada mataairradio.com.

Sebenarnya batas akhir pelunasan BPIH tahap kedua ditentukan pada 2 Juni 2017. Namun Shalehudin memastikan, satu orang calon haji yang berusia lanjut tersebut memilih tak melunasi BPIH sebagaimana yang ditentukan.

“Jadi jumlah calon haji kita pada tahun ini, sampai dengan catatan sekarang sebanyak 782 orang dari tahap pertama dan 10 orang dari tahap kedua, sehingga totalnya menjadi 792 orang,” terangnya pada Rabu (31/5/2017) pagi.

Terhadap satu orang yang tidak melunasi BPIH tahap kedua, pihak Kemenag Kabupaten Rembang tidak serta mendapatkan ganti kuota, tetapi ada tambahan lagi atau tidak ada tambahan menjadi wewenang Kemenag Pusat.

Sementara itu, setelah masa pelunasan BPIH, menurut Shalehudin, pihaknya akan melanjutkannya dengan pembentukan keloter berikutnya, yakni selain kelompok terbang 40 yang berisi jemaah dari KBIH Al-Anwar Sarang.

“Selama Ramadan ini, kegiatan terkait haji bersifat administratif. Melanjutkan pembentukan keloter dan menyelesaikan pembuatan paspor bagi calon haji tahap kedua. Soal manasik baru nanti setelah Lebaran,” paparnya.

Mengenai petugas pendamping, baik TPHD, TPHI, dan TPIHI, Kemenag Rembang sudah menetapkan tetapi tidak merinci nama-namanya, namun jumlahnya 10 orang TPHD serta masing-masing dua orang untuk TPHI dan TPIHI.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan