Satu Lagi Calon Haji asal Rembang Dipulangkan

Selasa, 30 Agustus 2016 | 13:08 WIB
Jemaah calon haji kelompok terbang 48 berasal dari Kabupaten Rembang menjalani pemeriksaan medis di wilayah Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, sebelum berangkat ke Tanah Suci, 28 Agustus 2016. (Foto: Wahyu Salvana)

Jemaah calon haji kelompok terbang 48 berasal dari Kabupaten Rembang menjalani pemeriksaan medis di wilayah Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, sebelum berangkat ke Tanah Suci, 28 Agustus 2016. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satu lagi calon haji asal Kabupaten Rembang dipulangkan ke kampung halamannya karena sakit, sehingga akan baru berangkat pada tahun depan.

Calon haji tersebut adalah Sarbani, warga Pandangan Wetan Kecamatan Kragan. Yang bersangkutan tergabung pada Kloter 38. Sejak tiba dari Rembang 24 Agustus lalu, Sarbani langsung dibantarkan ke rumah sakit di Solo karena sakit.

Lantaran penyakitnya serius sehingga tidak layak terbang, maka pihak dokter memutuskan tidak meloloskan Sarbani, sehingga pihak Kemenag Kabupaten Rembang memulangkannya.

“Pak Sarbani tidak jadi berangkat. Kami jemput untuk dipulangkan ke Rembang. Yang bersangkutan bisa berangkat langsung pada tahun depan jika kondisinya fit,” terang Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Shalehuddin.

Sebelumnya, seorang calon haji bernama Dasirun, warga Desa Gegersimo Kecamatan Pamotan juga dipulangkan. Yang bersangkutan mengidap sakit Tbc yang karena menular maka tidak bisa diterbangkan ke Tanah Suci.

Sementara itu, lima jemaah calon haji yang sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya dari SOC Solo ke Tanah Suci karena sakit atau yang karena menunggui keluarganya yang sakit, akhirnya diterbangkan.

Nuriyati, calon haji berasal dari Desa Pacing Kecamatan Sedan yang sempat tertunda berangkat karena sakit dan dirawat di RS TNI AURI telah berangkat dengan bergabung bersama Kelompok Terbang 53.

Selain itu, Abdus Salam dan istrinya Rotiah, calon haji berasal dari Desa Plawangan Kecamatan Kragan juga sudah berangkat dan bergabung dengan Keloter 50. Sebelumnya, Rotiah harus menunggui suaminya Abdus Salam yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Adapun Mutiah dan suaminya Sukirno, warga Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang, berangkat ke Tanah Suci tergabung dengan Keloter 49. Sebelumnya, Sukirno harus menunggui Mutiah yang mengalami sakit dan harus dirawat.

“Semua calon haji berasal dari Kabupaten Rembang yang sempat tertunda kami pastikan sudah diterbangkan ke Tanah Suci. Mereka terpaksa digabung dengan tiga Keloter berbeda, 49, 50 dan 53,” katanya.

Shalehudin menambahkan, kondisi keseluruhan jemaah calon haji berasal dari Kabupaten Rembang yang telah tiba di Arab Saudi dalam kondisi baik. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan pemberangkatan calon haji yang tergabung dalam Keloter 65.

Jumlahnya mencapai 80 orang berasal dari tujuh kecamatan. Mereka akan berangkat menuju Donohudan pada 1 September 2016 mendatang. Kemenag telah menyiapkan sebanyak dua bus utama dan satu cadangan untuk mengangkut mereka menuju Donohudan.

“Keloter 65 akan dijemput di masing-masing kecamatan dengan tiga konsentrasi berbeda. Konsentrasi itu meliputi Sarag, Kragan, dan Sedan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan