Satu Ditangkap, Dua Pelaku Lain Penganiaya Bos Karaoke Diburu

Selasa, 4 Juli 2017 | 19:23 WIB

Polisi telah menangkap Mohammad Khoirudin alias Kucing (29) selaku eksekutor utama. Kepada wartawan, tersangka ini menyatakan sempat turut memukul wajah Yeni dan membacok bagian kaki korban pada insiden 8 Mei 2017. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua dari tiga pelaku penganiayaan terhadap bos kafe karaoke “Segara” di Desa Kebloran Kecamatan Kragan Yeni Sudiyono (44) terus diburu oleh Tim Resmob Kepolisian Resor Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menduga, dua tersangka yang masing-masing sudah dikantongi identitasnya itu masih dalam persembunyian tetapi masih berada di wilayah Pulau Jawa alias belum sampai kabur jauh.

Pada saat gelar kasus penangkapan seorang pelaku penganiayaan yang telah berhasil ditangkap, Kapolres meminta kepada kedua buron yang merupakan warga Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke, untuk menyerahkan diri.

“Kami minta dua pelaku yang masih buron untuk menyerahkan diri saja,” kata Kapolres saat gelar kasus tersebut, Selasa (4/7/2017) pagi.

Polisi telah menangkap Mohammad Khoirudin alias Kucing (29) selaku eksekutor utama. Kepada wartawan, ia menyatakan sempat turut memukul wajah Yeni dan membacok bagian kaki korban pada insiden 8 Mei 2017.

“Saya mukul sini (wajah bagian kanan) dan membacok kaki,” ujar Khoirudin yang tercatat sebagai residivis karena sudah setidaknya dua kali keluar masuk penjara.

Tersangka yang tampak tanpa mimik menyesal telah melakukan tindak penganiayaan ini mengaku sempat kabur ke Surabaya, sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi di Karanggondang Kecamatan Mlonggo, Jepara.

“Terakhir saya kabur ke Jepara. Ke tempat teman yang belum lama saya kenal,” akunya.

Mengenai parang yang dipakai olehnya untuk membacok mantan anggota DPRD Kabupaten Rembang ini, Kucing berkilah senjata tajam itu dibawa oleh kedua rekannya yang masih buron, tapi polisi tidak sepenuhnya percaya.

Soal motifnya hingga kalap dan menganiaya Yeni, ia berdalih kesal karena pemandu lagu yang saat itu menemaninya berikut teman-temannya, diminta cabut keluar ruang karaoke oleh kasir dan Yeni.

Namun Kapolres kembali menekankan bahwa motif penganiayaan terhadap Yeni karena para tersangka tersinggung saat ditagih bon minum dan karaoke.

Meskipun senjata tajam yang merupakan barang bukti utama belum ketemu, tetapi polisi sudah mengamankan barang bukti lain seperti pakaian korban dengan bercak darah, guna kelengkapan berkas perkara tersangka Khoirudin.

“Kami jerat tersangka dengan Pasal 170 Ayat 2 KUH Pidana, yang ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara,” pungkas Kapolres.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan