Satpol PP Klaim Kafe Karaoke Tutup Total

Rabu, 30 Mei 2018 | 16:12 WIB

Ilustrasi. Kafe Indah Bekti di bilangan Mbesi Desa Kedungrejo tampak terang tetapi tidak ada aktivitas karaoke pada saat razia, Kamis (16/6/2016) malam. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang mengklaim kafe karaoke berizin di daerah ini tutup total selama Ramadan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Heru Susilo menyatakan, memantau kafe karaoke secara rutin.

“Contohnya kafe karaoke Serimpi di Pamotan yang pagarnya selalu tertutup rapat,” katanya kepada mataairradio.

Namun ia mengakui warung kopi memang masih buka. Tapi Heru menegaskan, jam bukanya hanya sampai pukul 22.00 WIB.

“Warung kopi yang buka itu pun kami larang menambahkan layanan karaoke. Pramusajinya juga kita minta untuk berpakaian yang seronok,” tandasnya.

Ia menegaskan, kafe karaoke wajib tutup total selama Ramadan, bahkan hingga H+10 Idul Fitri, sebagaimana instruksi Bupati.

Ia meyakinkan, pihaknya rutin melakukan inspeksi tiap malam. Kadang dilakukan di sela agenda tarawih keliling Bupati.

“Larangan kafe karaoke beroperasi selama Ramadan diterapkan untuk menghormati umat islam yang sedang berpuasa,” tegasnya.

Dengan sikap saling menghormati, menurutnya, bisa menghindarkan daerah dari kegaduhan atau gangguan Kamtibmas.

Sementara itu, meskipun Satpol PP mengklaim semua kafe karaoke berizin tutup total selama Ramadan, Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta masyarakat untuk selalu mengawasi.

Ia berjanji menindak tegas kafe karaoke yang terbukti nekat melanggar aturan, termasuk mencabut izin atau tidak memberikan perpanjangan izin usaha.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan