Satpol PP Tertibkan PKL Di Trotoar Jalan Pemuda

Kamis, 28 Maret 2013 | 19:30 WIB
Satpol PP Rembang menertibkan pedagang sepanjang trotoar Jalan Pemuda. (Foto:Rif)

Satpol PP Rembang menertibkan pedagang sepanjang trotoar Jalan Pemuda. (Foto:Rif)

REMBANG,MataAirRadio.net – Petugas ketentraman dan ketertiban (Trantib) Satpol PP Kabupaten Rembang menertibkan sejumlah pedagang sepanjang trotoar Jalan Pemuda Rembang pada Kamis (28/3) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Mereka ditertibkan karena dinilai melanggar Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 6 Tahun 1977 tentang Kebersihan dan Keamanan.

Kepala Seksi Trantib pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang, Edy Purdayanto saat menggelar razia mengingatkan para pedagang agar mulai besok (Jumat, 29/3) tak lagi berjulan di trotoar sepanjang ruas Jalan Pemuda.

Para pedagang diminta tak lagi berjualan pada pagi hari sejak pukul 06.00 WIB hingga siang pukul 14.00 WIB. Namun setelah tenggang waktu tersebut, para pedagang tetap diperbolehkan kembali berjualan.

Edy mengaku sudah jengah dengan para pedagang masih saja membandel dengan tetap berjualan. Setelah para pedagang diberikan peringatan, kali ini namun tetap nekat membandel, maka petugas Satpol PP tidak segan untuk memberikan sanksi tegas.

Belakangan, Seksi Trantib Satpol PP Kabupaten Rembang memang menggencarkan razia pedagang kali lima dan pengamen. Sebelumnya enam orang pengamen diamankan petugas keamanan dan ketertiban (trantib) Satpol PP dari kawasan Alun-Alun Kota Rembang, pada Senin (25/3) malam.

Dari enam pengamen tersebut, empat di antaranya merupakan anak punk yang sering mangkal di kawasan alun-alun setempat dan dua pengamen tiban. Operasi pada malam itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan aduan keluhan dari 38 pedagang di Alun-Alun Kota Rembang.

Selain pedagang di sepanjang Jalan Pemuda, Satpol PP juga mengingatkan para PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Soetomo untuk mematuhi aturan jam boleh berjualan. (Wahyu Salvana)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan