Satpol Klaim Tak Lagi Temukan Peredaran Rokok Ilegal

Senin, 20 November 2017 | 15:00 WIB

Rokok tanpa cukai atau rokok ilegal disita dari pasaran di Kabupaten Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang mengklaim tidak lagi menemukan peredaran rokok tanpa dilengkapi cukai atau ilegal di kabupaten ini.

“Di 14 kecamatan yang kami sasar belum lagi menemukan peredaran rokok ilegal,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda pada Satpol PP Rembang Heru Susilo.

Meski mengklaim tak menemukan lagi peredaran rokok ilegal, Heru yang ditemui mataairradio.com pada Senin (20/11/2017) menyatakan tetap menggelar patroli dan penertiban secara rutin di daerah.

“Bisa dikatakan rutin. Operasi dan penertiban kami lakukan sejak Januari sampai bulan ini,” katanya.

Menurutnya, patroli dan penertiban akan difokuskan di daerah perbatasan seperti Sarang, Sale, Sulang, Sumber, Bulu, dan Kaliori, terutama pada saat hajatan.

“Untuk warung-warung sudah kami imbau agar tidak menerima titipan penjualan rokok tanpa cukai,” katanya.

Ia menyarankan kepada masyarakat agar melapor ke Satpol PP, apabila menemukan peredaran rokok yang tanpa dilengkapi cukai, karena merugikan Negara.

“Kalau masyarakat menemukan adanya peredaran rokok yang tidak ada cukainya bisa segera melapor kepada kami. Jangan takut. Pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Fuad, salah seorang penjual rokok dan minuman di sekitar Masjid Lasem mengaku sudah tidak lagi mengambil rokok tanpa cukai karena takut berurusan dengan hukum.

“Selain itu, rokok tanpa cukai juga tidak begitu laku sekarang,” pungkanya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan