Satpol kembali Tertibkan Gelandangan Muka Lama

Jumat, 3 Juni 2016 | 18:05 WIB
PGOT yang terjaring razia dalam sebuah operasi gabungan petugas Satpol PP, Dinsosnakertrans, dan Balai Rehabilitasi Sosial di Kabupaten Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

PGOT yang terjaring razia dalam sebuah operasi gabungan petugas Satpol PP, Dinsosnakertrans, dan Balai Rehabilitasi Sosial di Kabupaten Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Petugas dari Satpol PP, Dinsosnakertrans, dan Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulya kembali melakukan merazia para pengemis, gelandangan, dan orang terlantar atau PGOT.

Hasilnya, dari 10 orang yang diamankan, empat di antaranya merupakan muka lama atau yang pernah terjaring petugas pada razia sebelumnya. Dari 10 orang yang digaruk itu, masing-masing lima laki-laki dan perempuan.

Kepala Dinsosnakertrans Rembang Waluyo melalui Kepala Bidang Sosial Suprapto menyatakan, operasi penertiban PGOT rutin dilakukan menjelang bulan Ramadan.

Pihaknya ingin memastikan warga yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tidak merasa terganggu oleh para pengemis, gelandangan, dan orang terlantar yang berseliweran.

“Minimal kegiatan razia PGOT ini kami selenggarakan dua bulan sekali. Namun, khusus untuk momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri, pasti kami akan lebih gencar lagi melakukan razia PGOT,” terangnya.

Ia menyebutkan, sepuluh PGOT yang terjaring razia ini terdiri dari dua orang pengemis, lima orang gelandangan psikosis, serta lima orang lagi non-psikosis.

Terhadap gelandangan non-psikosis akan dikembalikan ke Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulya di Kedungrejo dan Margo Mukti di Pandean.

“Sedangkan muka lama yang kembali terjaring raazia, sudah kami tanyakan ke pengelola panti. Katanya memang mereka sudah terbiasa pergi saat pagi hari. Namun menjelang siang pasti mereka balik lagi ke panti untuk makan,” tegasnya.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Sudarno menambahkan, razia PGOT juga akan direncanakan dilakukan di wilayah kecamatan karena dari laporan warga, banyak PGOT yang keluar dari perkotaan menuju desa.

“Ada satu PGOT yang lolos tidak berhasil kami amankan. Padahal yang bersangkutan mengalami sakit dan semestinya butuh pertolongan,” tukas dia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan