Satlantas Tegaskan Tidak Ada Surat Tilang Masker di Rembang

Tuesday, 9 June 2020 | 15:17 WIB
Surat tilang yang dilengkapi kolom pelangaran tidak menggunakan masker dan sarung tangan. Kebijakan itu diterapkan di Provinsi Jawa Timur. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Beredarnya foto surat bukti pelanggaran (Tilang) dengan tambahan kolom tidak memakai masker dan sarung tangan di berbagai media sosial membuat masyarakat bertanya-tanya tentang kebijakan tersebut.

Pasalnya ketentuan itu dianggap memberatkan pengendara.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Sri Martini menyatakan, bahwa di Provinsi Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Rembang tidak ada peraturan itu.

Kolom surat tilang masih seperti biasanya, yakni seperti pelanggaran tidak memakai helm, tidak membawa surat kelengkapan berkendara.

Dirinya mengaku, sudah melihat gambar tersebut. Ia mengungkapkan, kebijakan itu berlaku di Jawa Timur khususnya Surabaya, karena warga yang terpapar Covid-19 terhitung jumlahnya banyak.

“Kalau lihat kop surat tilangnya kan dasar hukumnya Peraturan Gubernur, dan berlaku untuk Jatim saja. Kalau di Jateng tidak ada,” ungkapnya.

Disinggung apakah peraturan yang sama akan berlaku di Jateng dalam waktu dekat, Sri Martini enggan menanggapi.

Ia berharap agar Pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga peraturan kolom pemakaian masker tidak perlu dicantumkan di surat tilang. Adapun penggunaan masker dan sarung tangan pihak kepolisian sifatnya hanya imbauan.

Khoirul Anam warga Desa Pamotan Kecamatan Pamotan mengaku tidak setuju jika ada kolom wajib masker dan sarung tangan. “Jika masker mungkin masih dimaklumi, tapi pemakaian sarung tangan tidak semua nyaman dengan itu,” katanya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan