Sarana Air Bersih Kembali Dibangun di Kajar

Selasa, 13 Februari 2018 | 18:06 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana air bersih di Dukuh Jatimalang Desa Kajar Kecamatan Gunem, Selasa (13/2/2018) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

GUNEM, mataairradio.com – Sarana air bersih kembali dibangun di Desa Kajar Kecamatan Gunem.

Jika sebelumnya dibangun di Dukuh Wuni, maka mulai Selasa (13/2/2018) ini, ada empat titik sarana air bersih baru yang dibangun di Dukuh Jatimalang.

Tiap titik sarana air bersih ini masing-masing berupa tandon, pompa, dan pipanisasi.

Sarana air bersih ini merupakan bantuan dari PT Semen Gresik.

Direktur Utama PT Semen Gresik Pabrik Rembang Mukhamad Saifudin menjelaskan, bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat.

“Selama ini warga mengambil air dari sumber utama dengan usaha berat, baik dari segi jarak maupun kondisi jalan. Dengan sarana ini, warga Kajar menjadi lebih mudah mengakses air,” katanya.

Ia juga menjelaskan, empat titik sarana air bersih baru ini bisa mencukupi kebutuhan untuk 300 keluarga.

Bantuan serupa juga diberikan di Desa Timbrangan Kecamatan Gunem dan Desa Ngampel Kecamatan Blora.

“Timbrangan empat titik. Ngampel juga empat titik,” katanya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang hadir pada peletakan batu pertama pembangunan sarana air bersih di Desa Kajar berharap kepada warga untuk menjaga dan merawat bantuan ini.

“Harapannya agar dibentuk semacam panitia. Tujuannya supaya pipanisasi bisa menjangkau ke lebih banyak rumah warga,” terangnya.

Sekadar diketahui, sarana air bersih di Desa Kajar dikaver pipa sepanjang 1.400 meter lebih, sedangkan di Timbrangan sekitar 2.000 meter, dan di Ngampel kira-kira 3.000 meter.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan