Sampah Bulu Ayam Di Jalur Pamotan-Gambiran di Keluhkan Warga

Rabu, 9 Oktober 2019 | 18:34 WIB
Kondisi Jalur Pamotan-Gambiran yang tepi jannya dipenuhi dengan tupukan sampah, pada Selasa (8/10/2019). (Foto:mataairradio.com)

PAMOTAN, mataairradio.com – Warga mengeluhkan banyaknya sampah bulu ayam yang menumpuk di Jalur Pamotan-Gambiran.

Pasalnya sampah tersebut menimbulkan bau menyengat yang membuat tidak nyaman pengendara yang melewati jalur itu.

Sunarto warga Desa Pamotan Kecamatan Pamotan mengatakan, keluhan warga tentang sampah bulu ayam sudah menjadi pembicaraan di berbagai media sosial di lingkup Kecamatan Pamotan.

Ia menjelaskan, selain sampah bulu ayam juga terdapat sampah rumah tangga. Penyebabnya karena tidak adanya mobil sampah yang mengangkut, padahal warga sekitar sudah mengumpulkannya.

Selain itu, Ia melanjutkan, di sekitar lokasi juga sudah ditempel papan pengumuman larangan membuang sampah.

Sedangkan banyaknya sampah bulu ayam, Sunarto tidak ingin menuding pihak manapun. Namun disekitar lokasi tumpukan sampah, dirinya membenarkan, ada aktivitas usaha ternak ayam.

Dirinya berharap Pemerintah Desa (Pemdes) Pamotan segera mengambil sikap dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Saya nggak tahu pihak mana yang membuang bulu ayam, tapi memang benar kalau di sekitar lokasi ada tempat budidaya ternak ayam. Ya kalau lewat kita terganggu bau busuk dan tidak nyaman,” keluhnya.

Sementara itu, PJ Kades Pamotan Muhammad Imron saat dihubungi reporter mataairradio.com mengaku belum mengetahui keluhan warga terkait tumpukan sampah bulu ayam di jalur Pamotan-Gambiran.

Dirinya berjanji akan secepatnya mengecek melalui Kepala Dusun (Kadus) terdekat dan segera mengambil tindakan.

“Saya malah belum tahu kalau ada tumpukan sampah bulu ayam, coba setelah ini akan saya cek lewat Kadus terdekat,” pungkasnya.

Makruf warga setempat menyatakan bahwa warga sekitar sudah sering membersihkan area tersebut. “Namun beberapa waktu kemudian sampah kembali menggunung,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhamad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan