Sebagian Saksi Kasus Korupsi Buku Ajar Diduga Rekayasa

Minggu, 8 September 2013 | 13:09 WIB
Bambang Joko Mulyono (berbusana batik) didampingi Eddy heryanto, pengacaranya saat akan ditahan 16 Januari 2013. (foto lensamuria.com)

Bambang Joko Mulyono (berbusana batik) didampingi Eddy heryanto, pengacaranya saat akan ditahan 16 Januari 2013. (foto:lensamuria.com)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sebagian saksi yang dihadirkan dalam pengadilan perkara kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tahun 2011 Kabupaten Rembang dengan terdakwa Bambang Joko Mulyono, diduga ada unsur rekayasa.

Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang menilai, sebagian saksi yang dihadirkan di persidangan tidak memberi keterangan sebagaimana kenyataannya.

Koordinator Lespem Bambang Wahyu Widodo mengaku memantau jalannya persidangan terhadap terdakwa Bambang Joko Mulyono, sejak yang bersangkutan duduk di kursi pesakitan.

Bambang menjelaskan, dugaan rekayasa menjurus pada kesaksian palsu itu antara lain berdasarkan kepala sekolah yang dihadirkan sebagai saksi. Menurut Bambang, bagaimana mungkin seseorang dihadirkan sebagai saksi, sementara pada saat proyek buku ajar bergulir, yang bersangkutan belum menjabat sebagai kepala sekolah.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Ali Mukhtar yang dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut membantahnya. Menurut Ali, saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan terdakwa Bambang Joko sudah sesuai dengan yang tercantum dalam BAP atau berita acara pemeriksaan.

Kasi Pidsus mengatakan, setiap saksi di persidangan memberikan keterangan di bawah sumpah. Saksi disebut memberikan keterangan palsu apabila memberikan keterangan tidak sesuai BAP. Itu pun, saksi harus menyatakan alasan memberikan keterangan berbeda dari BAP.

Ali menegaskan, saksi yang memberikan keterangan palsu di persidangan kasus korupsi diancam dengan pidana penjara. Ia mempersilakan masyarakat memantau persidangan perkara kasus dugaan korupsi buku ajar. Namun mestinya hal itu dilakukan dengan mengikuti secara seksama jalannya persidangan.

Sementara itu, hingga hari Minggu (8/9) ini, tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi buku ajar Dandung Dwi Sucahyo, masih mendekam di sel tahanan Rutan Rembang. Sejumlah pejabat tercatat membesuk Dandung, salah satunya tersangka kasus dugaan korupsi PPID 2011 yang juga Kepala Dinas ESDM Rembang, Agus Supriyanto. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. irfan ms

    September 8, 2013 at 6:41 pm

    jadikanlahh berita-berita yang di espos,…akan lebih bisa memberikan sumber berita yang lebih transparan dan mendidik

    Reply
  2. win cassanova

    September 16, 2013 at 8:54 am

    kong kalikong makelar kasus di rebuplik ini biasa kok…sumpah..! Tuhan dikalahkan uang mental2 pejabat tak ubahnya para preman ada uang jadi kawan…kalo merasa tersindir itu bagus…punya rasa malu itu jg bagus dan lebih bagus lagi jalani profesi dg rasa keadilan bertanggung jawab.,

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan