Sakit, Satu Orang Calon Haji Rembang Tertunda Terbang

Rabu, 24 Agustus 2016 | 19:20 WIB
Jemaah calon haji Kloter 38 berasal dari Kabupaten Rembang berpamitan kepada Bupati Abdul Hafidz saat pemberangkatan pada Rabu (24/8/2016) dini hari. (Foto: Pujianto)

Jemaah calon haji Kloter 38 berasal dari Kabupaten Rembang berpamitan kepada Bupati Abdul Hafidz saat pemberangkatan pada Rabu (24/8/2016) dini hari. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satu orang calon haji pada Kloter 38 berasal dari Kabupaten Rembang dilaporkan terancam tertunda terbang ke Tanah Suci bersama 353 calon haji lainnya pada dini hari nanti karena sakit.

Calon haji itu bernama Sarpani, berusia sekitar 70 tahun, calon haji berasal dari Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan. Yang bersangkutan masih dirawat di RS Moewardi Solo.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Shalehuddin menyatakan tidak tahu persis sakit yang diderita Sarpani.

“Yang jelas ada cuci darah dan keputusan per jam ini (19.00) direkomendasikan untuk dirawat terlebih dulu,” katanya kepada mataairradio, Rabu (24/8/2016) petang.

Menurut jadwal, jemaah calon haji Kloter 38 Kabupaten Rembang akan terbang menuju Tanah Suci melalui Bandara Adi Soemarmo Surakarta pada dini hari nanti sekitar pukul 01.00 WIB.

“Jadwal terbangnya pukul 01.00. Jadi, jam 23.00 nanti sudah turun dari penginapan. Sejauh jam ini (pukul 19.00), selain Sarpani bisa berangkat,” tandasnya.

Sebenarnya, setibanya dari pemberangkatan dari Rembang, ada lima orang yang sempat dirujuk ke rumah sakit, umumnya karena hemoglobin rendah, kata Shalehuddin.

“Mereka (yang sempat rendah Hb-nya) ini sudah kita wanti-wanti agar menaati petunjuk dari dokter, sehingga selama beribadah haji nanti bisa lancar,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan