Rutan Rembang Digeledah Antisipasi Tahanan Kabur

Rabu, 25 Januari 2017 | 15:44 WIB

Aparat dari Polres Rembang menggeledah Rutan Kelas IIB Rembang guna mengantisipasi kasus tahanan kabur seperti yang terjadi di Lapas Nusakambangan baru-baru ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rembang digeledah oleh aparat kepolisian resor setempat Rabu (25/1/2017) pagi.

Sebanyak 34 kamar yang dihuni oleh 74 narapidana dan 56 tahanan diperiksa secara teliti selama 1,5 jam sejak pukul 10.53 WIB.

Kepala Bagian Operasi Polres Rembang Kompol Yohan Setiajid mengatakan inspeksi mendadak atau sidak ini merupakan upaya antisipasi dari kasus tahanan kabur yang baru-baru ini terjadi di beberapa wilayah seperti di Lapas Nusakambangan.

Ia mengungkapkan, dari hasil sidak, petugas tidak menemukan narkoba atau narapidana yang mengonsumsi narkotika, tetapi menemukan beberapa barang yang berpotensi membahayakan.

“Kami tidak menemukan narkoba, tetapi kami menyita barang-barang membahayakan seperti puluhan korek api, gunting, serta ikat pinggang dengan kepala berbahan besi,” bebernya.

Mengenai laporan tindak kekerasan antarnarapidana dan tahanan, menurut Kabag Ops, kondisi hubungan antarpenghuni rutan baik-baik saja, sehingga tidak ada tindak kekerasan yang terjadi.

“Kami juga melakukan tes urine kepada 10 orang penghuni rutan. Kami pilih secara acak dan hasilnya negatif. Dari pengamatan kami bangunan rutan sudah cukup baik, termasuk keamanannya,” terangnya seusai sidak.

Sri Nurwiyani, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan pada Rutan Kelas IIB Rembang menyebut kondisi rutan pada saat ini overload. Kapasitas di Rutan Rembang hanya 112 orang, tetapi penghuninya saat sekarang 130 orang.

Dengan kondisi seperti itu pihaknya mengaku telah meningkatkan sistem keamanan, sehingga diharapkan sejumlah kemungkinan seperti kasus tahanan kabur, tidak akan terjadi.

“Untuk mengurangi jumlah penghuni rutan karena overload, kami sedang berkoordinasi dengan LP (Lembaga Pemasyarakatan, red.) terdekat. Apakah mau menampungnya atau tidak,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan