Rumah Reparasi Barang Elektronik Tireman Terbakar

Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:31 WIB
Ilustrasi kebakaran. (Foto: indopos.co.id)

Ilustrasi kebakaran. (Foto: indopos.co.id)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebuah rumah reparasi barang elektronik di wilayah Tenger Desa Tireman Kecamatan Rembang terbakar pada Rabu (10/8/2016) malam.

Meski tidak sampai meludeskan seluruh bangunan karena api hanya membakar bagian rumah sisi timur, tetapi kerugian akibat amukan si jago merah itu ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Sebab, barang-barang elektronik reparasi seperti kipas angin dan pemutar cakram digital turut terbakar. Bahkan uang tunai sebesar enam juta rupiah di dalamnya, tidak bisa diselamatkan.

Saat kejadian sekitar pukul 20.45 WIB, rumah reparasi tersebut tidak berpenghuni. Pemiliknya, Ramijan tinggal di rumah tinggalnya, lumayan jauh dari lokasi kejadian.

Kobaran api diketahui oleh tetangga korban yang kemudian segera ditangani cepat oleh warga. Penduduk setempat panik karena kebakaran ini terjadi di permukiman padat.

Api segera dikendalikan meski belum secara sempurna, sehingga warga menghubungi regu pemadam kebakaran dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang.

“Kami turun dengan satu armada dan satu tangki. Warga sudah membantu melokalisasi api lebih dulu, sehingga bangunan rumah tidak sampai terbakar seluruhnya,” kata Sarpani, salah seorang petugas pemadam kebakaran.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran di tengah acara sedekah bumi desa setempat. Tetapi kemungkinan pemicu kebakaran adalah korsleting, diduga kecil karena titik api jauh dari kabel listrik.

Pihak Kepolisian Sektor Kota Rembang masih menyelidiki penyebab secara pasti kebakaran tersebut, tetapi pemilik rumah menduga kuat kasus yang menimpanya diduga ada unsur sabotase.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan