Rumah Penjual Nasi Goreng Ludes Terbakar

Jumat, 6 September 2013 | 15:44 WIB
Satu unit rumah beserta isinya milik Sukarno, warga RT 6 RW 3 Desa Sumberjo Kecamatan Rembang, ludes terbakar, Jumat (6/9) pagi sekitar jam tujuh.(Foto:Wahyu)

Satu unit rumah beserta isinya milik Sukarno, warga RT 6 RW 3 Desa Sumberjo Kecamatan Rembang, ludes terbakar, Jumat (6/9) pagi sekitar jam tujuh. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – Satu unit rumah beserta isinya milik Sukarno, warga RT 6 RW 3 Desa Sumberjo Kecamatan Rembang, ludes terbakar, Jumat (6/9) pagi sekitar jam tujuh. Penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan apakah akibat hubungan singkat arus listrik.

Saat kebakaran terjadi, Sukarno dan istrinya, Rini Pujiati tidak sedang di rumah. Sukarno sedang mengantar sang ibu berobat ke rumah sakit umum daerah.

Di dalam rumah hanya ada dua orang pembantu bernama Muhammad Rifanto dan Paijo, namun masih terlelap tidur. Setiap malam hingga dini hari, Sukarno dibantu kedua pembantunya asal Blora itu, berjualan nasi dan mie goreng di bilangan depan Pasar Rembang.

Muhammad Rifanto menuturkan, dirinya terbangun setelah dadanya terasa panas seperti dekat dari api. Begitu tahu rumah kebakaran, dia sontak membangunkan Paijo untuk segera keluar menyelamatkan diri.

Barang berharga seperti komputer jinjing alias laptop, kulkas, dan sejumlah perabotan elektronik tidak terselamatkan. Warga yang kemudian datang membantu memadamkan api juga tak bisa banyak berbuat, karena api sudah kadung berkobar besar.

Kebakaran tersebut tidak sampai merembet ke bangunan rumah warga lainnya karena jaraknya berjauhan. Paijo menambahkan, dia dan Rifanto menyelamatkan diri melalui pintu belakang.

Mereka mengaku panik karena sebelum lolos dari kepungan api, si jago merah sudah melahap bagian depan rumah. Paijo pun mengaku tak sempat berpikir menyelamatkan barang berharga di rumah juragannya itu.

Dirinya tidak tahu penyebab pasti kebakaran, apakah karena hubungan singkat arus listrik atau karena obat nyamuk. Namun tentang obat nyamuk, mereka tidak yakin itu penyebabnya.

Sementara itu, untuk menjinakkan api, Unit Pemadam Kebakaran dari Pemkab Rembang mengerahkan tujuh unit mobil tangki dan dua armada pemadam kebakaran. Kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan