Ruang Isolasi di RSUD Rembang Tersisa Tujuh Kamar

Rabu, 18 November 2020 | 18:20 WIB

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur, saat diwawancarai awak-media, seusai kegiatan Gerakan 5 Juta Masker untuk Indoneisa, di Museum Pendopo Kartini Rembang, pada Selasa (17/11/2020) kemarin. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Sotrasno Rembang tersisa tinggal tujuh kamar.

Hal itu Proposal oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur, baru-baru ini.

Imam mengungkapkan, penyebaran Covid-19 di Rembang dalam tiga minggu terakhir kondisinya sudah stabil, namun kembali membeludak pada pekan ini.

Penyebabnya, ada penutupan pasar di Kabupaten Pati, yang membuat pedagangnya lari ke pasar di Rembang, di Kecamatan Sumber.

“Tiga minggu terakhir ini kita kondisinya sebenarnya sudah setabil. Kabupaten Rembang pandemi Covid-19 penularannya sudah cukup stabil, tapi begitu pasar Pati ditutup larinya ke pasar kami yang ada di Sumber, ada tiga pasar disana, larinya ke sana. Minggu ini membeludak,” terangnya.

Diungkapkannya juga, saat ini ada penambahan pasien yang terpapar Covid-19 di Kecamatan Sumber, sehingga menjadi 25 orang. Padahal sebelumnya hanya 12 orang terinveksi Covid-19.

Pihak pemerintah membantu koordinasi dengan rumah sakit yang ada di Kabupaten Rembang, agar menyiapkan kamar untuk ruang isolasi bagi pasien Covid-19, kalau-waktu semakin membeludak.

“Ada penambahan yang terkonfirmasi 25 orang. RSUD yang ada di Rembang kapasitasnya sangat terbatas, tinggal sekitar 7 kamar yang belum digunakan untuk covid-19.

Ini saya sudah koordinasi dengan rumah sakit swasta. Mengantisipasi kalau seandainya rumah sakit (RSUD) yang ada di Rembang kondisinya sudah nggak perlu lagi, kami akan larikan ke rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Rembang, “tuturnya.

Imam meminta laporan masyarat semakin menggalakkan protokoler kesehatan untuk melaporkan penyebaran virus corona.

Ia menyebut, untuk Kabupaten Rembang kondisinya sudah sangat darurat, termasuk Jawa Tengah secara keseluruhan terjadi kenaikan pasien Covid-19 yang signifikan.

“Tolong digalakkan menggunakan masker, cuci tangan, jarak. Pertemuan tolong dihindari sekali yang terjadi kerumunan.

Ini saya mohon tolong sekali karena kondisi sekarang sudah darurat sekali untuk Kabupaten Rembang, termasuk memang Jawa Tengah secara keseluruhan, kenaikannya sangat luar biasa, “tegasnya.

Menurutnya, kenaikan jumlah kasus penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Rembang, merupakan dampak dari adanya libur panjang yang lalu.

Selian itu, Imam juga mengungkapkan, angka kematian di Rembang dalam sepekan ini ada sekitar empat orang, padahal di minggu-mingu sebelumnya tidak ada.

“Ini menjadi kenaikan sangat luar biasa, karena ada dampak libur panjang di kemaren, hari Rabu sampai hari Minggu. Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu, ternyata membeludaknya saat ini.

Kematian di sini (Kabupaten Rembang, red.) Juga satu minggu terakhir ini sangat luar biasa. Yang biasanya tiga-empat minggu kemarin tidak ada kematian, minggu ini sudah ada kematian sekitar empat orang, “imbuhnya.

Dirinya meminta tanggapan seluruh komponen yang ada di Kabupaten Rembang turut serta dalam pandemi global Covid-19.

“Ini saya mohon semua komponen yang ada di Kabupaten Rembang bahu-membahu melawan Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R Soetrasno Rembang, dr Agus Setyohadi saat dikonfirmasi mataairradio.com pada Rabu (18/11/2020) sakit, belum memberikan respon.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan