RSUD Rembang Tanggapi Keluhan Warga Terkait pelayanan

Kamis, 3 Oktober 2019 | 07:41 WIB

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Informasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Soetrasno Rembang, Nurdin Fahrudi. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Beberapa keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik di RSUD R Soetrasno Rembang beberapa waktu lalu mendapatkan tanggapan langsung dari pihak RSUD Rembang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Informasi pada RSUD Rembang Nurdin Fahrudi menyatakan terkait oknum perawat maupun petugas medis di RSUD pihaknya berjanji akan menegur yang bertindak kasar atau kurang sopan dalam melayani masyarakat. Selain itu manajemen rumah sakit mewanti-wanti kepada seluruh petugas agar selalu sopan dalam melayani masyarakat.

Untuk antrian yang terlalu panjang dalam mendapatkan pelayanan, pihaknya sudah setahun terakhir ini menggunakan sistem dengan pendaftaran melalui daring atau online. Jika beberapa waktu lalu sempat menggunakan pelayanan manual, itu dikarenakan internet di RSUD mengalami galat atau internet tidak stabil. Terkait hal tersebut sebenarnya sudah ditanggulangi dengan mengganti layanan jaringan yang lebih baik sehingga tidak terjadi galat lagi.

“Ya memang beberapa waktu lalu sempat eror internet nya Mas, tapi kami sudah ganti jaringan kok sehingga kecepatan internetnya lebih baik,” ungkapnya.

Pihak RSUD berusaha semaksimal mungkin agar pelayanan kepada warga di kabupaten Rembang ini bisa lebih baik.

Adapun keluhan lainnya bahwa dokter baru datang ketika pukul 10.00 waktu setempat, Nurdin menjelaskan bahwa beberapa dokter spesialis di RSUD memang hanya sedikit jumlahnya. Dengan demikian pihak manajemen menggunakan sistem sift (pergantian) untuk dokter-dokter spesialis. Apalagi dokter tersebut memang tidak hanya menangani pasien di RSUD saja, namun di rumah sakit lain.

Kendala lain misalnya, pasien sudah cocok dengan satu dokter, padahal pagi harinya ada dokter jaga lain yang sedang kosong. Sedangkan dokter yang ditunggu mendapatkan giliran jaga siang hari. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan penumpukan pasien untuk ditangani satu dokter.

“Masyarakat kita ini gimana ya, ada dokter Yudi sama dokter Esti. Lha masyarakat sudah kadung cocok sama dokter Yudi dan bersedia menunggu. Akhirnya terjadi penumpukan pasien, padahal dokter Esti pada waktu pagi sedang kosong,” Pungkasnya.

Nurdin meminta kepada masyarakat jika ada keluhan langsung saja di sampaikan agar pihak RSUD bisa lebih meningkatakan pelayanan. Selain itu masukan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan