Ribuan Milenial Diminta untuk “Jogo Rembang”

Sabtu, 15 Februari 2020 | 17:18 WIB

Perwakilan peserta “Milenial Penjaga Rembang (MPR)” saat mengucapkan sumpah bersedia “Jogo Rembang”, pada Sabtu (15/2/2020) pagi, di Pendopo Museum Kartini, Remban. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ribuan generasi milenial di Kabupaten Rembang diminta untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pada Sabtu (15/2/2020) pagi, para generasi milenial dari berbagai latar belakang kumpul jadi satu di Pendapa Museum Kartini untuk deklarasi bahwa mereka siap menjaga Rembang.

Kepala Polres Rembang, AKBP Dolly A Primanto mengatakan, selama ini kalangan millenial di Rembang sudah berkontribusi terhadap berkembangnya dunia pariwisata.

Ia mencontohkan, seperti berdirinya objek wisata Pantai Karangjahe di Desa Punjuharjo-Rembang dan Pasar Brumbung di Desa Banggi Kecamatan Kaliori.

Dolly mengungkapkan, bahwa adanya kedua destinasi wisata itu, tak lepas dari campur tangan kaum milenial.

“Orang perjalanan dari Semarang-Surabaya, sudah mau mampir ke Rembang untuk menikmati wisata dan kulinernya. Ada andil dari kaum millenial di sana. Mereka yang menjadi inspirator bagi kita,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, menjaga Rembang bisa dimulai dari hal-hal kecil.

Beberapa diantaranya seperti tidak membuang sampah secara sembarangan, serta saat berkendara menaati peraturan lalu lintas dan ketertiban umum.

“Naik motor memakai helm dan membuang sampah pada tempatnya misalnya, itu juga termasuk bagian Menjaga Rembang,” imbuhnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan, generasi millenial di kabupaten ini jumlahnya mencapai 160 ribu, dari total jumlah penduduk Rembang yang 630 ribu jiwa.

Menurutnya, kalau potensi yang ada pada kaum milenial itu dioptimalkan, maka akan menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan sebuah kemajuan.

Hafidz kemudian mengutip jargon Bung Karno, yang “Beri aku 10 pemuda, akan kuguncang dunia”. Hal itu, menunjukkan betapa peran millenial sangat dibutuhkan.

“Nggak main-main, 160 ribu loh. Kalau digerakkan untuk menjaga Rembang, saya yakin Rembang akan terjaga dengan baik,“ kata Bupati.

Tapi di sisi lain, Bupati juga prihatin melihat fenomena banyaknya anak punk di Kabupaten Rembang.

Menurutnya, hal itu menjadi PR untuk diatasi. Jangan sampai mereka melakukan tindakan negatif, yang mengganggu lingkungan.

“Mulai Sarang sampai Kaliori, banyak di jalan-jalan. Kalau tidak kita arahkan, ini bisa mengganggu lingkungan,” tegasnya.

Selain meresmikan program “Millenial Penjaga Rembang (MPR)”, Kapolres Rembang juga meresmikan Program “Door to door Kades”.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan