Ribuan Liter Miras Dimusnahkan Jelang Ramadan di Rembang

Minggu, 5 Juni 2016 | 11:46 WIB
Pemusnahan barang bukti miras hasil operasi polisi pada Kepolisian Resor Rembang di Lapangan Desa Tasikagung Kecamatan Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Pemusnahan barang bukti miras hasil operasi polisi pada Kepolisian Resor Rembang di Lapangan Desa Tasikagung Kecamatan Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ribuan liter minuman beralkohol tinggi atau minuman keras (miras) dimusnahkan pihak Kepolisian Resor Rembang di Lapangan Desa Tasikagung, barat Pos TNI Angkatan Laut setempat, Minggu (5/6/2016) pagi.

Rinciannya 5.531 liter arak, 596 botol anggur kolesom, 841 botol anggur merah, 15 botol whisky mansion, 6 botol vodka, 98 botol arak kilin, 11 botol newpot, dan 12 botol beras kencur.

Pemusnahan dilakukan dengan menumpuk sedemikian rupa miras pada hamparan terpal berlapis kepangan bambu, kemudian digilas dengan alat berat, secara berkali-kali hingga remuk total.

Menurut Kepala Bagian Operasi Polres Rembang Kompol Yohan Setiajid, miras yang dimusnahkan ini berasal dari penyitaan di toko-toko, gudang, dan tempat hiburan, serta lokasi lain seperti warung kopi.

“Pelaksanaan penyitaan dimulai enam bulan sebelum pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2016 sampai awal bulan Ramadan. (Proses hukum) Telah dilakukan penyidikan dan perkaranya disidang Pengadilan Negeri Rembang dan beberapa pelaku ada yang dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Pemusnahan miras sitaan dilakukan dengan disaksikan sejumlah pejabat seperti Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Lettu (Laut) Hartono, Kepala Seksi Intel Kejari Rembang Bintarno, Kepala Kantor Kemenag Athoillah, dan Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kartono.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan