Warga NU Tuntut Revolusi Penegakan Hukum

Jumat, 25 Januari 2013 | 15:01 WIB
Warga NU Tuntut Revolusi Penegakan Hukum

Warga NU Tuntut Revolusi Penegakan Hukum

REMBANG – MataAirRadio.net, Seribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Warga NU Pembela Kebenaran dan Keadilan, Jumat (25/1) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, memadati halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Rembang.

Massa menyerukan revolusi penegakan hukum di Indonesia. Sebab, selama ini banyak kasus, orang tak bersalah tetapi diperkarakan. Rakyat kecil yang lemah sering menjadi santapan empuk para aparat penegak hukum.

Aliansi ini pun menilai, hukum di Indonesia seperti mata pisau; tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Jaksa dengan kewenangannya sebagai penuntut juga disebut dengan mudah memperkarakan orang, menuntut orang, dan melakukan kriminalisasi orang yang lemah.

Imam Baihaqi, koordinator aksi tersebut menyampaikan tuntutan penegakan hukum di negeri ini segera, termasuk menuntut pembebasan Durrotun Nafisah dari tuduhan atas kasus korupsi dana program Keaksaraan Fungsional (KF) Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang 2010.

Menurutnya, Durrotun Nafisah hanyalah korban yang dimanfaatkan oleh oknum dari pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang untuk membubuhkan tanda tangan sebagai akses dana program Keaksaraan Fungsional atas nama Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama.

Imam Baihaqi mengungkapkan, tindakan kriminalisasi terhadap Durrotun Nafisah yang dilakukan oleh oknum pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang menyulut kemarahan warga NU khususnya warga NU di Kecamatan Lasem.

Jika aksi yang dilakukan tersebut tidak ada respon dari pihak berwenang, Imam Baihaqi berjanji akan menghimpun warga NU di Kabupaten Rembang bahkan Semarang untuk melakukan aksi lanjutan yang lebih besar, hingga terjadi perubahan bahkan revolusi dalam penegakan hukum di Indonesia, terutama di Kabupaten Rembang.

Aksi yang dilakukan oleh semua elemen NU dan simpatisan warga NU tersebut juga diapresiasikan dengan aksi teatrikal. Arus lalu lintas di Jalur Pantura Kota Rembang pun sempat tersendat dan polisi memberlakukan buka tutup arus. Aksi yang sempat diwarnai pelemparan puluhan telur busuk ke Kantor Kejaksaan Negeri Rembang tersebut, berakhir pukul 09.30 WIB. (Wahyu Salvana)

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. AnwarSanuji

    Januari 25, 2013 at 10:06 pm

    perlu di apresiasi penuh,tindakan yang di lakukan aliansi NU tersebut,mau jadi apa negara ini kalau yang busuk busuk dibiarin begitu saja,pas banget jikalau dilemparin dengan telur2 busuk.

    Reply
  2. Andika Jauhari

    Januari 26, 2013 at 7:53 pm

    emg dasar si pls mu’id gak punya otak… kasian banget abis haji lgsg d ciduk kpk

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan