Resmi Ditahan, Berkas Mantan Kades Sumber Dikirim Ke Kejaksaan

Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:12 WIB

Mantan Kepala Desa Sumber Sucipto tersangka kasus korupsi Dana Desa (DD) sebesar Rp320 Juta, saat di Kejaksaan Negeri Rembang dengan penyidik dari kepolisian, Selasa (20/8/2019) pagi.. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Sumber Sucipto dan diperkirakan merugikan negara sebesar Rp320 juta memasuki babak akhir.

Pasalnya, Berkas kasus tersebut statusnya sudah P21 tahap kedua artinya Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan sudah Lengkap, sehingga yang bersangkutan resmi ditahan. Berkasnya sendiri diserahkan oleh pihak Kepolisian kepada pihak Kejaksaan Negeri Rembang pada Selasa (20/8/2019) pagi.

Kepala Unit III (Tipikor) Ipda Arif Kristiawan saat ditemui reporter mataairadio.com menyatakan bahwa Sucipto telah resmi ditahan di rumah tahanan (Rutan) Rembang dan saat ini statusnya masih tersangka.

Untuk peningkatan status dari tersangka menjadi terdakwa, harus melalui keputusan pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang.

“Jadi sidangnya tidak di Rembang nanti Mas, tapi langsung di Pengadilan Semarang karena Pengadilan Tipikor ada di sana,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan terkait jadwal pengadilan untuk Sucipto masih dijadwalkan secepat mungkin karena berkas yang diperlukan sudah lengkap.

“Untuk jadwal menyusul Mas, nanti kita konfirmasi kembali,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua BPD Sumber Gunanto mengaku senang dengan kinerja pihak kepolisian yang selama ini mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya prilaku korupsi dengan bentuk apapun sangat merugikan masyarakat.

“Alhamdulillah Mas, kasus tersebut masuk tahap akhir dan akan selesai. Kami apresiasi kinerja Kepolisian walaupun prosesnya lumayan lama,” pungkasnya.

Dirinya berharap agar kasus tersebut bisa menjadi pelajaran bagi siapapun untuk tidak menyalahgunakan wewenang demi kepentingannya sendiri.

Kasus tersebut sudah bergulir sekitar hampir dua tahun tepatnya November 2017. Modus yang dipakai oleh Sucipto sendiri adalah memalsukan tandatangan Camat Sumber dan stempel Kecamatan untuk mencairkan uang Dana Desa (DD) sebesar Rp320 juta dalam dua kali pencairan.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan