Rembang Tiadakan Pengadaan Geoisolator Garam Tahun Ini

Senin, 18 Juli 2016 | 11:38 WIB
Petani di Kabupaten Rembang (Foto:Rif)

Petani garam memproduksi garam dengan terpal di Kabupaten Rembang, tahun lalu. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang meniadakan pengadaan plastik geoisolator bagi petani garam melalui Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) pada tahun ini.

Padahal, dinas itu sempat berharap bisa menambah geoisolator dari 690 hektare pada 2015 menjadi 1.000 hektare pada 2016, karena terpal plastik itu dianggap mampu meningkatkan mutu garam produksi petani.

Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Nurida Andante Islami, Senin (18/7/2016) pagi mengatakan, dari pengadaan geoisolator yang dibantukan kepada petani penerima Pugar tahun 2015, hanya 20-an persen saja yang dipakai.

“Kami tidak mengadakan geoisolator tahun ini. Petani kita dorong untuk memaksimalkan geoisolator yang kita berikan pada tahun lalu. Hanya 20 persen petani penerima Pugar yang menggunakannya tahun kemarin,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Ia menyebutkan, Pugar 2016 masih akan berjalan, meskipun pada saat ini, petani garam masih dibayangi ancaman tidak bisa produksi karena efek dari kemarau basah yang diperkirakan berlangsung sepanjang tahun ini.

“Tahun ini masih ada Pugar. Tapi belum turun. Masih belum jelas, apakah Pemerintah Pusat jadi mengucurkan Rp6,6 miliar atau Rp3,3 miliar untuk Pugar di Kabupaten Rembang 2016,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan