Di Rembang, Sudah 91 Orang Tewas Akibat Kecelakaan

Minggu, 22 September 2013 | 18:39 WIB

satlantas-rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – 91 orang tewas akibat kecelakaan di jalan raya Kabupaten Rembang dalam kurun bulan Januari hingga menjelang akhir bulan September 2013. Angka tersebut diharapkan tidak lagi bertambah dan menyamai catatan kasus kecelakaan pada tahun kemarin.

Kasatlantas Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Sugino mengatakan, sampai dengan hari Minggu 22 September ini, pihaknya mencatat lebih dari 300 kasus kecelakaan dengan 91 korban meninggal dunia, 50 orang luka berat, lebih dari 300 orang luka ringan, serta kerugian materi mencapai lebih dari Rp600juta.

Sementara pada tahun 2012 kemarin, Satlantas Polres Rembang mencatat sebanyak 512 kasus kecelakaan dengan 135 korban meninggal dunia, 153 orang luka berat, 499 orang luka ringan, serta kerugian materi mencapai lebih dari Rp810juta.

Kasatlantas mengaku akan lebih giat menyadarkan masyarakat pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai sebuah kebutuhan. Pihaknya akan mengawalinya dari komunitas pesepeda motor, sekaligus sebagai pelopor keselamatan di jalan raya.

Sementara itu, dua minggu terakhir, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Rembang merazia kendaraan roda dua khusus pelajar. Petugas mendapati ratusan pelajar yang tak mengantongi surat izin mengendarai atau SIM kendaraan roda dua.

Polisi pun menahan kendaraan-kendaraan mereka dan menampungnya di halaman Makolantas Polres Rembang. Sementara para pelajar menggunakan angkutan umum atau berjalan kaki menuju sekolah. Razia tu bertujuan menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi di kabupaten ini.

Polisi akan mengembalikan kendaraan-kendaraan itu bila orang tua siswa menjemputnya. Orangtua juga wajib menyepakati perjanjian yang isinya tak mengizinkan anak-anak mereka mengendarai sepeda motor. Kasatlantas menegaskan, orang tua mestinya jangan secara gampang menyerahkan sepeda motor kepada anak-anak mereka yang masih di bawah umur.

Polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan untuk menekan risiko kecelakaan, terutama yang melibatkan pelajar. Dinas Pendidikan diharapkan mampu meminta agar sekolah agar tidak memberikan izin kepada siswanya yang belum memiliki SIM untuk mengendarai sepeda motor. Sementara Dinas Perhubungan diharapkan kembali menggiatkan awak angkutan untuk mengangkut para siswa. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan