Rembang Targetkan 40.000 Balita Kebal Polio

Kamis, 11 Februari 2016 | 18:22 WIB
Pj Sekda Rembang Hari Susanto memberikan sambutan pada acara sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional 2016 di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis (11/2/2016). (Foto: mataairradio.com)

Pj Sekda Rembang Hari Susanto memberikan sambutan pada acara sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional 2016 di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis (11/2/2016). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui dinas kesehatan setempat menargetkan sekitar 40.000 balita kebal polio melalui Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di tanggal 8-15 Maret mendatang.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Aris Suryono mengatakan program tersebut menyasar 42.822 balita.

Namun PIN hanya akan memastikan imunitas polio di populasi tersebut dengan cakupan lebih dari 95 persen.

Pihaknya bertekad memberikan perlindungan secara merata terhadap balita dari kelompok umur 0-59 bulan. Hal ini agar target Indonesia bebas polio pada 2020 akan bisa diwujudkan, setidaknya di Kabupaten Rembang.

Pada acara sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional 2016 di lantai IV Kantor Bupati Rembang, Kamis (11/2/2016) pagi, Aris juga menyebutkan layanan bagi masyarakat untuk mengimunisasi balitanya bisa diakses di 726 unit pos PIN, posyandu, puskesmas pembantu, dan puskesmas.

Pihak dinas kesehatan menyebut akan mengerahkan 472 tenaga kesehatan dan menerjunkan 1.276 kader kesehatan. Mereka itu akan memastikan semua balita mendapatkan layanan imunisasi dengan per nama per alamat.

“Kesuksesan pekan imunisasi nasional tidak hanya menjadi tugas dari dinas kesehatan, tetapi mesti didukung banyak sektor, mulai kepolisian, TNI, organisasi wanita, tokoh agama, dan masyarakat,” tegas Penjabat Sekda Rembang Hari Susanto.

Hari menambahkan, dari hasil perbincangannya dengan Kepala DKK Rembang Ali Syofii, virus polio menular antara lain melalui tinja.

Rembang pun menjadi punya kerentanan, mengingat daerah ini ditarget baru 100 persen bebas dari bebas buang air besar sembarangan pada 2017.

Ia menegaskan, banyaknya kasus kematian dan kecacatan akibat polio bisa dicegah dengan imunisasi. Menurutnya, memang virus polio pernah tak ditemukan lagi sejak tahun 1996.

“Namun pada 2005, virus itu muncul lagi, melanda kabupaten tetangga Rembang, yaitu Pati dan Demak,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan