Rembang Siaga Bencana sampai April 2017

Kamis, 8 Desember 2016 | 14:12 WIB
Simulasi evakuasi korban bencana banjir dan tanah longsor yang diperagakan para pelajar di Lapangan Rumbut Malang Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang, Rabu (17/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Simulasi evakuasi korban bencana banjir dan tanah longsor yang diperagakan para pelajar di Lapangan Rumbut Malang Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang, Rabu (17/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menetapkan masa siaga bencana di daerah ini untuk jangka waktu sejak Desember 2016 sampai April 2017.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang Suharso menjelaskan, penetapan masa siaga bencana tersebut karena kebiasaan curah hujan di daerah ini masih cukup tinggi sampai bulan Maret.

“Musim hujan di daerah kita dimulai pada bulan Oktober. Sekarang, dampak curah hujan tinggi kita waspadai. Kebiasaan di daerah kita, hujan masih tinggi di Januari, Februari, dan Maret, sehingga kita siagakan sampai April,” katanya.

Menyikapi masa siaga bencana tahun ini, Suharso yang dihubungi pada Kamis (8/12/2016), menyatakan senantiasa menyiagakan personel dan peralatan kesiapsiagaan untuk menyikapi perubahan cuaca yang bisa saja ektrem.

“Kesiapsiagaan tidak hanya oleh BPBD, tetapi juga SKPD terkait yang dimotori oleh Dinas Pekerjaan Umum. Kita awali dari Desember ini dimana curah hujan berlangsung cukup tinggi, terutama masyarakat yang di perbukitan,” paparnya.

Mengenai logistik kebencanaan, pihak BPBD memastikan bahwa stoknya tersedia cukup, karena jika pun yang di pihaknya habis, masih ada stok di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dalam hal ini beras untuk kebencanaan.

“Intinya, pada saat sekarang, kita siaga bencana banjir dan tanah longsor. Untuk banjir, siaga kita lakukan utamanya di daerah tepi aliran Sungai Randugunting, sedangkan longsor; kita siaga di seluruh daerah perbukitan,” tandasnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, komando kesiapsiagaan bencana diserahkan kepada BPBD, sehingga seluruh jajaran pemerintah dan sukarelawan dari tingkat kabupaten hingga desa agar selalu dalam koordinasi.

“Kami mohon agar pengurangan risiko bencana dilakukan dengan memperhatikan prosedur, adil, tepat, dan cermat. Jangan sampai niatnya memberi bantuan, tetapi malah merepotkan orang lain. Siapkan mental dan fisik,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan