Rembang Masih Termiskin Kelima di Jawa Tengah

Rabu, 14 Desember 2016 | 13:09 WIB
Rehabilitasi rumah tidak layak huni di Desa Gegersimo Kecamatan Pamotan, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

Rehabilitasi rumah tidak layak huni di Desa Gegersimo Kecamatan Pamotan, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkan bahwa kabupaten ini masih menjadi daerah termiskin kelima di Jawa Tengah.

Hal ini diungkapkannya pada sambutan di acara pengucapan sumpah dan pelantikan Sekretaris Daerah Rembang di Pendapa Museum Kartini pada Rabu (14/12/2016).

“Tingkat kemiskinan kita masih agak tinggi. Kita masih di zona merah. Kemiskinan kita masih nomor lima di Jawa Tengah. Angka kemiskinan kita 19,5 persen,” bebernya.

Ia menyatakan terbebani dengan tingkat kemiskinan tersebut, sehingga membutuhkan bantuan secara bersama-sama dari berbagai pihak guna menguranginya.

“Mari kita keroyok bersama agar (angka kemiskinan) menurun. Di sini ada DPR, dunia usaha, perbankan. Ini tidak ringan, maka harus bersama,” tegasnya.

Hafidz menyebutkan, pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto tingkat kemiskinan ditargetkannya menurun sampai 11 persen.

“Titik yang membantu turunnya angka kemiskinan adalah bedah rumah. Masih ada 23.000 rumah yang tidak layak huni. Tiap tahun kita target bedah 3.000 rumah,” katanya.

Dalam hal mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, pihaknya berharap peran aktif dari pihak pengusaha dan perbankan seperti yang sudah dilakukan Bank Jateng dan BRI.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan