Rembang Keteteran Pertahankan Sawah Lestari 37.320 Hektare

Sabtu, 24 Maret 2018 | 15:57 WIB

Area persawahan di wilayah Kecamatan Lasem. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kabupaten Rembang keteteran mempertahankan sawah lestari seluas 37.320 hektare.

Pasalnya, alih fungsi lahan untuk kepentingan industri dan perumahan atau permukiman, marak di kabupaten ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Suratmin menyebut, target sawah lestari seluas itu sulit dipenuhi.

“Target (mempertahankan sawah lestari 37.320 hektare) itu berat bagi kami,” katanya kepada mataairradio, Sabtu (24/3/2018).

Hingga saat ini saja, pihaknya baru mampu mendata 33.000 hektare untuk sawah lestari.

“Kami akan meminta revisi target sawah lestari kepada Pemprov Jawa Tengah,” tandasnya.

Suratmin mengakui, luasan sawah di Kabupaten Rembang menyusut 25-50 hektare tiap tahun.

Penyusutan ini akibat alih fungsi lahan sawah untuk kepentingan industri dan perumahan atau permukiman.

Ia mengklaim, sudah mengendalikan laju alih fungsi lahan.

“Di luar lahan yang berada di tepi jalan raya, izin alih fungsi lahan kita tolak. Alih fungsi lahan diatur dalam Perbup,” katanya.

Pemerintah desa dan kecamatan juga sudah memegang data lahan pertanian pangan berkelanjutan (LPPB) yang mesti dipertahankan.

“Desa dan kecamatan pegang data juga. Kalau ada yang alih fungsi tapi menabrak data LPPB, jangan diizinkan,” tegasnya.

Suratmin menambahkan, ketahanan pangan akan selalu menjadi isu strategis. Petani diimbau tidak gampang mengalihfungsikan lahannya.

Apalagi, Kabupaten Rembang merupakan sepuluh besar kabupaten penyangga pangan di Jawa Tengah.

Bila alih fungsi lahan tidak dikendalikan, maka menurutnya, ketahanan pangan bisa terancam.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan