Rembang Disebut tidak termasuk Wilayah Pegunungan Kendeng

Selasa, 4 April 2017 | 20:21 WIB

Kondisi pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Rabu (15/3/2017). Pihak Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah mengunjungi pabrik semen milik Negara seiring polemik pro-kontra yang belum reda. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Forum Masyarakat Madani Rembang (FMMR) mengklaim lokasi penambangan dan pabrik semen milik PT Semen Indonesia yang berlokasi di wilayah Gunung Bokong Desa Kadiwono Kecamatan Bulu tidak termasuk wilayah Pegunungan Kendeng.

Jumali, Koordinator FMMR mengatakan, menurut fakta ilmiah dari sejumlah pakar, termasuk dari Kementerian ESDM bahwa tidak ada indikasi keberadaan aliran sungai bawah tanah di dalam Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Rembang.

“Kalau ada yang menyatakan bahwa Rembang wilayah Kendeng, perlu dikoreksi ulang. Kita sudah melakukan kajian dan menyatakan memang Rembang bukanlah wilayah Kendeng dan layak untuk dilakukan proses penambangan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (4/4/2017) siang.

FMMR juga menyatakan menyambut kebenaran Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) bagi PT Semen Indonesia. Dalam penerbitan KLHS mendatang pihaknya meminta supaya pihak terkait memberikan kebenaran secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

“Kami warga yang tergabung dalam FMMR murni warga Rembang asli, tanpa ada tunggangan dari oknum oknum asing. Kami meyakini bahwa hasil KLHS didasarkan pada kajian yang profesional berbasis data dan fakta ilmiah, jadi jangan ada intervensi dalam penerbitannya,” katanya.

Pernyataan FMMR senada dengan kajian yang dilakukan Aliansi Masyarakat Rembang (AMAR), Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat (Ampera), Rumah Kemaslahatan Indonesia, bersama Profesor Hermawan Sulistyo, ahli peneliti utama LIPI.

Kajian itu menyebut Cadagan Air Tanah Watuputih sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) bukan wilayah terlarang untuk segala aktivitas penambangan.

“Kami mengutuk dengan keras upaya-upaya politisasi terhadap pembangunan di Rembang yang dilakukan oleh sekelompok LSM atau oknum dari luar yang mengatasnamakan warga Rembang. Kami warga Rembang berharap penuh PT SI bisa segera beroperasi,” katanya.

Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan riset terbaru mengenai karst Kendeng. Riset di cekungan air tanah (CAT) Watuputih tersebut dirancang menyeluruh, tidak seperti survei sebelumnya.

Kepala Badan Geologi Ego Syahrial sebagaimana dikutip dari laman Tempo mengatakan riset itu terkait dengan pembahasan pemerintah ihwal pabrik semen di Rembang yang berada di CAT Watuputih.

Pada 15-24 Februari 2017, Badan Geologi sudah pernah melakukan survei lapangan ke CAT Watuputih.

Kegiatan itu untuk menindaklanjuti permintaan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral mengenai dukungan pemetaan sistem aliran sungai bawah tanah cekungan air tanah (CAT) Watuputih, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, tanggal 3 Februari 2017.

“Untuk data yang kami kunjungi di sana, kami tidak menemukan (sungai bawah tanah) itu,” kata Ego pada 3 April 2017.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan