Rembang Belum Nyatakan Status Darurat Kekeringan 2017

Selasa, 22 Agustus 2017 | 13:56 WIB

Persediaan logistik kebencanaan di gudang BPBD Rembang. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang belum menyatakan status darurat kekeringan pada tahun 2017, meskipun saat sekarang hujan nyaris tidak lagi turun.

Kepala Seksi Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Achmad Makruf mengatakan sudah melakukan kajian terhadap kekeringan di daerah ini.

“Hasil kajian kami ke daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan, ternyata air bersih masih mencukupi,” katanya kepada mataairradio.com, Selasa (22/8/2017).

Ia menjelaskan, status darurat kekeringan dinyatakan oleh Bupati melalui surat keputusan.

“Sampai dengan hari ini, baru Desa Lemahputih Kecamatan Sedan yang secara lisan mengajukan bantuan air bersih,” ungkapnya.

Hanya saja, penyaluran bantuan air bersih dilakukan setelah pihak BPBD mendapatkan surat resmi permohonan dari pemerintah desa yang bersangkutan.

“Kalau yang di Lemahputih itu, pasokan airnya berasal dari sumber air di Desa Ngroto Kecamatan Pancur. Tapi kini sudah kritis dan butuh bantuan pasokan air bersih,” paparnya.

Tahun 2017, BPBD Kabupaten Rembang dialokasi anggaran Rp50 juta atau Rp250 juta lebih rendah ketimbang alokasi pada 2016 yang mencapai Rp300 juta.

“Tapi jika nantinya anggaran tersebut kurang, kami bisa mengajukan lagi tambahan anggaran atau menggunakan pos belanja tak tersangka,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan