Rembang akan Dilanda Kemarau Basah hingga September

Selasa, 1 Agustus 2017 | 17:09 WIB

Petani garam di Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori mulai melakukan produksi garam tahun 2017. Petani menuai kendala soal kesiapan tanah tambak garam yang masih lembek akibat kemarau basah tahun lalu dan musim hujan tahun ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyatakan bahwa daerah ini diprakirakan akan dilanda kemarau basah, setidaknya hingga September mendatang.

Pernyataan BPBD tersebut mengacu prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Rembang Suharso menjelaskan, karena akan dilanda kemarau basah, maka dalam dua bulan ke depan, daerah ini akan sesekali diguyur hujan.

Menurutnya ketika dihubungi melalui saluran telepon, Selasa (1/8/2017), berdasarkan keterangan BMKG, kemarau basah dipicu oleh masih hangatnya suhu permukaan air laut.

“Sekarang sebenarnya sudah masuk kemarau tapi masih ada anomali sehingga masih sering terjadi hujan. Itu karena suhu permukaan air laut masih hangat di kisaran 29 derajat, sesuai edaran dari BMKG Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga menjelaskan, kemarau basah turut dipengaruhi oleh masih terdapatnya kumpulan awan-awan putih yang mengindikasikan potensi terjadinya hujan.

“Bukan hanya karena anomali, kumpulan awan-awan putih juga masih ada sehingga potensi hujan masih nampak,” terangnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya para petani supaya berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas mantri tani, apabila hendak melakukan cocok tanam, sehingga tidak mengalami kerugian.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan