Refleksi Perjuangan Kartini, Papua Barat Kunjungi Rembang

Kamis, 6 Agustus 2015 | 18:38 WIB
66 orang dari unsur Pemerintah Provinsi Papua Barat berkunjung ke Kabupaten Rembang, Kamis (6/8/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

66 orang dari unsur Pemerintah Provinsi Papua Barat berkunjung ke Kabupaten Rembang, Kamis (6/8/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – 66 orang dari unsur Pemerintah Provinsi Papua Barat berkunjung ke Kabupaten Rembang, Kamis (6/8/2015) pagi. Mereka akan mendatangi berbagai tempat untuk merefleksi perjuangan RA Kartini, selama dua hari.

Rombongan dipimpin oleh Asisten I Pemprov Papua Barat, Musa Kamudi. Anggota rombongan paling banyak berasal dari kalangan pegawai pada BPPPKB atau Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana Papua Barat, ditambah dari ikatan suku-suku setempat.

Mereka disambut oleh Asisten I Sekda Rembang Subakti di Halaman Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana atau BPM-PKB Rembang, bilangan Jalan Pemuda Rembang.

“Kami ingin merefleksi kembali perjuangan RA Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita. Sebagaimana yang kita tahu, berkat kegigihannya, saat ini kaum perempuan bisa sejajar dengan kaum laki-laki,” ujar Musa Kamudi menjelaskan maksud kedatangan rombongannya, ketika memberi sambutan.

Kepala BPPPKB Papua Barat Marice Rumainum menambahkan kunjungan ke Rembang sebenarnya sudah terencana sejak lima tahun yang lalu. Tetapi baru bisa terwujud pada saat sekarang, karena beragam kendala.

“Kunjungan ke Rembang tentang Kartini, menjadi motivasi bagi rombongan dan akan diteruskan ke rekan-rekan dan anak cucu di Papua Barat,” katanya.

Asisten I Sekda Rembang Subakti menuturkan sejarah singkat tentang perjuangan Raden Ajeng Kartini kepada rombongan tamu, mulai dari Kartini dipingit keluarga, hingga perjuangannya untuk emansipasi wanita dan menikah dengan Bupati Rembang pada masa itu, Raden Adipati Djojo Diningrat.

“Selain makam dan Museum RA Kartini, belum lengkap rasanya jika pergi ke Rembang kalau tidak mengunjungi kelenteng-kelenteng bersejarah di Lasem, rumah candu yang merupakan situs bersejarah, serta embrio perang Lasem dan terbentuknya Kabupaten Rembang,” tuturnya.

Pada kesempatan, perwakilan dari rombongan Pemprov Papua Barat menampilkan tari-tarian khas provinsi itu seperti tarian Yosim Pancar. Bahkan jajaran BPMPKB Rembang dan sebagian hadirin berjoget bersama di atas panggung.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan