Razia Hotel saat Ramadan, Lima Pasangan Mesum Diamankan

Selasa, 7 Juni 2016 | 15:27 WIB
Lima pasangan mesum diamankan, didata, dan dibina oleh Kepala Satuan Sabara Polres Rembang AKP Binuka Surjanugraha, Selasa (7/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Lima pasangan mesum diamankan, didata, dan dibina oleh Kepala Satuan Sabara Polres Rembang AKP Binuka Surjanugraha, Selasa (7/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lima pasangan mesum diamankan petugas dari Satuan Sabara Polres Rembang dari sejumlah hotel di Kecamatan Rembang dan Lasem, Selasa (7/6/2016) siang.

Satu dari empat pasangan mesum yang diamankan itu merupakan remaja yang belum menikah, sedangkan lainnya merupakan suami beristri atau sebaliknya, yang berselingkuh.

Hampir semuanya merupakan warga Kabupaten Rembang seperti Kecamatan Rembang dan Sedan karena hanya satu orang yang berjenis kelamin perempuan berasal dari Purwodadi.

Saat akan diamankan, hampir semua dari mereka kedapatan sedang merapikan baju, diduga hendak atau baru saja selesai melakukan hubungan badan terlarang di dalam kamar hotel.

Mereka lantas dibawa ke Mapolres Rembang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Adapun terhadap pasangan mesum yang masih remaja, polisi memanggil orang tua mereka.

“Hari ini memang sasarannya hotel terkait pasangan tidak sah atau mesum. Mereka yang kita amankan hanya kita data dan bina,” ungkap Kasat Sabara Polres Rembang AKP Binuka Surjanugraha.

Pihaknya menyatakan prihatin dan menyesalkan perilaku pasangan tidak sah ini karena melakukan hubungan badan terlarang, terlebih di bulan Ramadan seperti sekarang.

“Razia semacam ini akan terus kami lakukan terutama pada bulan Ramadan. Kami minta kepada masyarakat untuk tidak melakukan mesum di hotel dengan pasangan yang tidak sah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan