Rawan Amblas, Jembatan Darurat Ronggomulyo Dialihkan

Tuesday, 24 January 2017 | 13:24 WIB

Bakal rancangan jembatan darurat yang dibangun di sisi utara jembatan yang amblas di Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber. Selasa (24/1/2017) pagi, pihak BPBD bersama warga, pekerja dari DPUTARU, dan anggota TNI sedang membuat jembatan darurat tersebut. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga, pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU), serta anggota TNI, kembali membuat jembatan darurat pascaamblas jembatan di Ronggomulyo Kecamatan Sumber.

Sebelumnya, Senin (23/1/2017) kemarin, jembatan darurat sudah dibuat dari bahan bambu dan sasak di atas badan jembatan runtuh. Tepat di tengah-tengah. Namun karena kini jembatan makin amblas ke arah sungai, permukaan jembatan darurat menjadi tidak lagi sama tinggi.

Menurut Kepala Desa Ronggomulyo Ali Suyitno kepada mataairradio.com, permukaan jembatan darurat yang timpang, mengundang kerawanan bagi warga yang melintas apabila digunakan secara terus menerus dalam waktu sementara ini.

“Jembatan darurat yang kemarin dibuat di atas badan jembatan yang amblas, kini kita alihkan ke sisi utara. Jembatan darurat yang kemarin itu sudah jomplang, sehingga bisa bahaya kalau terus dilalui warga. Apalagi jika bersepeda motor,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang Suharso membenarkan pengalihan jembatan darurat yang semula ada di tengah atau persis di atas badan jembatan yang amblas. Badan jembatan amblas, tetapi permukaannya belum sampai terjun ke sungai.

“Selain demi keamanan, pengalihan jembatan darutat juga mempertimbangkan efektifitas biar nanti saat jembatan yang amblas dibongkar total, kita tidak kerja dua kali. Apalagi intensitas lalu lalang warga cukup tinggi, akan sangat membahayakan bila tidak dialihkan,” katanya.

Mengenai pengangkatan badan jembatan dengan menggunakan alat berat jenis crane, Suharso mengatakan bahwa pihak operator crane angkat tangan. Pasalnya, permukaan tanah yang akan menjadi tumpuan crane, dianggap tidak cukup mampu menahan beban yang lebih dari 40 ton.

“Kemungkinan kita akan bor saja atau kita patahkan, sehingga badan jembatan akan jatuh ke sungai. Baru setelah itu, patahan kita angkut dari dasar sungai. Namun kita belum bisa pastikan kapan waktu untuk mematahkan badan jembatan,” paparnya.

Tentang jembatan darurat terbaru, pihak BPBD menargetkan selesai pada maksimal besok (25/1/2017). Saat ini tim dari BPBD, warga, pekerja dari DPUTARU, dan anggota TNI masih mengerjakan pembuatan jembatan darurat.

“Biaya dikaver dari BPBD. Namun DPU ikut turun tangan guna memastikan keamanan secara teknis. Konstruksi jembatan darurat tetap berasal dari bahan kayu dan bambu serta sasak. Pejalan kaki dan pemotor kita upayakan bisa lewat secara aman,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan