Ratusan Permohonan KTP Elektronik Bermasalah Dikembalikan

Jumat, 23 September 2016 | 15:18 WIB
Tumpukan berkas permohonan e-KTP bermasalah di Kabupaten Rembang. Berkas ini dikembalikan kepada pemohon yang bersangkutan dan dibagi per kecamatan, gara-gara antara lain kurang cek iris mata atau NIK keliru. (Foto: Pujianto)

Tumpukan berkas permohonan e-KTP bermasalah di Kabupaten Rembang. Berkas ini dikembalikan kepada pemohon yang bersangkutan dan dibagi per kecamatan, gara-gara antara lain kurang cek iris mata atau NIK keliru. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang mengembalikan ratusan permohonan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Pasalnya, data pemohon yang bersangkutan bermasalah.

Permasalahan itu, menurut Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Rembang HM Daenuri, di antaranya berupa nomor induk kependudukan yang ganda atau iris mata yang tidak terbaca, sehingga tidak muncul perintah untuk mencetak e-KTP.

Ia menyebutkan, jumlah permohonan e-KTP bermasalah mencapai lebih dari 300 pemohon, setidaknya hingga Jumat (23/9/2016) pagi, tampak dari tumpukan berkas di sisi utara-depan kantor dinpendukcapil setempat.

“(Tumpukan berkas e-KTP bermasalah) Itu maaf ada yang dikembalikan karena harus cek iris mata. Kami ini di bawah Kemendagri. Jadi kalau ada yang belum terkirim dan belum ada perintah cetak, ya belum bisa cetak. Bermasalah,” katanya.

Terhadap permohonan e-KTP yang bermasalah, Daenuri meminta kepada pemohon agar kembali ke kecamatan. Misalnya jika syaratnya kurang cek iris mata, maka tinggal diperiksa.

“Termasuk jika NIK-nya keliru atau ganda, bisa diurus dulu di kecamatan dengan membawa kartu keluarga (KK) yang asli. Nanti akan dibetulkan di situ agar datanya menjadi tunggal. Sidik jari juga kita butuhkan agar tidak ada data kembar,” katanya.

Sementara itu, jumlah data rekaman e-KTP yang tertahan pencetakannya karena proses pengiriman ke server Kementerian Dalam Negeri yang lamban, terus bertambah. Jika sebelumnya hanya 6.400, maka kini jumlahnya sudah lebih dari 7.500 data pemohon e-KTP.

“Masyarakat tidak usah khawatir. Kalau sudah melakukan perekaman dan beres, pasti tercetak e-KTP ketika data sudah terkirim. Sekarang yang penting, masyarakat yang belum melakukan perekaman, segera saja melakukan perekaman,” tandasnya.

Daenuri menambahkan jumlah blangko e-KTP yang tersedia hingga Jumat (23/9/2016) ini tinggal sekitar seribuan atau diperkirakan sudah akan habis pada Senin (26/9/2016) depan. Tetapi, pihaknya mengajukan 46.000 blangko tambahan.

“Blangko ini tidak hanya untuk memenuhi target 32.000 sasaran e-KTP (yang terlewat dari perekaman serentak beberapa waktu lalu), tapi juga untuk memenuhi kebutuhan para pemohon e-KTP baru (yang baru berusia 17 tahun),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan