Puluhan Penyair Luncurkan Buku untuk Kenang Mbah Moen

Jumat, 13 September 2019 | 01:48 WIB
Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) saat memberikan sambutan di Acara Peluncuran Buku Antologi Puisi “Selasa di Pekuburan Ma’la”, dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Almarhum Kiai Haji Maimun Zubair
(Mbah Moen), pada Kamis (13/9/2019) malam, di Pondok Raudlatut Thalibien, Leteh-Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Puluhan penyair nasional dari berbagai daerah di Indonesia meluncurkan buku antologi puisi, untuk mengenang Almarhum Kiai Haji Maimun Zubair. Seperti dari, Provinsi Kalimantan, Sumatra, Bali, Madura, Jawa Barat, dan Semarang.

Buku yang diberi nama “Selasa, di Pekuburan Ma’la” tersbut, baru saja diluncurkan secara resmi di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh-Rembang, pada Kamis (12/9/2019) malam.

Kumpulan puisi tersebut berisi tentang ungkapan cinta dari para penyair kepada Mendiang Mbah Moen sapaan akrab Kiai Haji Maimun Zubair, yang merupakan salah satu tokoh ulama asal Rembang, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang.

Salah satu putra Mbah Moen, Kiai Haji Abdul Ghofur Maimun (Gus Ghofur) tampak hadir memberikan sambutan mewakili pihak keluarga.

Gus Ghofur mengaku gemetar saat memberikan sambutan, dan tak bisa banyak bicara. Dirinya mengucapkan terimakasih kepada pihak penyelenggara dan juga kepada segenap hadirin.

“Saya gemetar, tidak bisa banyak bicara. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang menyelenggaran kegiatan ini. Juga kepada semuanya yang hadir, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih,” ucap Gus Ghofur dalam sambutannya.

Sementara itu, Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) saat memberikan sambutannya mengingatkan para hadirin atas kepergian seorang tokoh besar Bangsa Indonesia, Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang tak lama wafat setelah Kiai Maimun.

“Belum sampai 40 hari wafatnya orang alim, al-alim Billah, Kiai Maimun Zubair, telah wafat lagi seorang alim Bapak Bacharuddin Habibie. Mari sekali lagi kita membaca suratul fatihah untuk Bapak bacharuddin Habibie,” ujar Gus Mus.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh puluhan penyair kondang, beberapa diantaranya seperti Timur Sinar Suprabana, Candra Malik, D. Zawawi Imron, dan Acep Zamzam Noor.

Sedangkan, salah satu pejabat negara, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang juga turut hadir memberikan sambutan sekaligus membacakan sebuah puisi.

Ratusan masyarakat dari berbagai lapisan termasuk para santri pun tumpah ruah di dalam acara yang digelar untuk memperingati 40 hari wafatnya sosok kiai pemersatu bangsa.

Rencananya, buku yang diterbitkan oleh “MataAir Publishing” tersebut akan disebar secara cuma-cuma di seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Mbah Moen wafat pada usia 90 tahun. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan kiai kelahiran 28 Oktober 1928.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan