Puluhan Orang Rayakan Waisak di Vihara Sendangcoyo

Selasa, 29 Mei 2018 | 16:04 WIB

Pawai sederhana menyambut Waisak dimulai sekitar pukul 19.00, Senin (28/5/2018), dari Cetiya Widyaloka atau viraha kecil di Dukuh Kebon dan berakhir di Vihara Ratanavana Arama di Tukuh Tluweng Desa Sendangcoyo. (Foto dari Humas Polres Rembang)

 

LASEM, mataairradio.com – Puluhan orang merayakan secara sederhana Waisak 2562 Era Buddha tahun 2018 di Vihara Ratanavana Arama di Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem.

Perayaan dimulai sejak Senin (28/5/2018) malam hingga setidaknya Selasa (29/5/2018) pagi. Senin (28/5/2018) malam, sekitar 80-an umat Buddha menggelar arak-arakan.

Pawai sederhana dimulai sekitar pukul 19.00, dari Cetiya Widyaloka atau viraha kecil di Dukuh Kebon dan berakhir di Vihara Ratanavana Arama di Dukuh Tluweng Desa Sendangcoyo.

Dalam pawai tersebut para umat Buddha membawa makanan, bunga, dupa, patung, dan lainnya sebagai persembahan kepada sang Pencipta. Pawai ditutup dengan menggelar doa bersama.

Warno, tokoh masyarakat Desa Sendangcoyo mengatakan, meski perayaan Waisak bertepatan dengan Ramadan, kondisi warga baik-baik saja.

“Buktinya, perayaan berjalan aman. Tadi malam, pawai juga aman,” ujarnya kepada mataairradio.

Perayaan Waisak di Vihara Sendangcoyo tampak dijaga oleh sejumlah personel baik dari kepolisian maupun Koramil Lasem. Mereka siaga sejak Senin (28/5/2018) malam.

Menurut Warno, antara penganut ajaran Buddha dan muslim di Sendangcoyo, beribadah menurut kepercayaan masing-masing.

“Warga bertekad menjaga toleransi antarumat beragama. Saling menghormati,” tandasnya.

Selasa (29/5/2018) pagi hingga siang, menurutnya, masih ada sembahyangan di vihara. Mereka tampak berdoa. Namun jumlah jemaahnya tidak sebanyak Senin (28/5/2018) malam.

Piyadhiro, tokoh Buddha sekaligus Kepala Vihara Ratanavana Arama menyampaikan pesan perdamaian. Ia berharap kepada umat buddha, tetap menjaga kerukunan antarumat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan