Puluhan Mantan Kades di Rembang Deklarasi #2020GantiBupati

Sunday, 2 August 2020 | 16:51 WIB

Puluhan mantan kepala desa yang tergabung dalam Paguyuban Mantan Petinggi Rembang (PMPR) berdeklarasi ganti bupati di tahun 2020, pada Ahad (2/8/2020) siang, di salah satu rumah makan di Kecamatan Pamotan. (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Puluhan mantan kepala desa yang tergabung di Paguyuban Mantan Petinggi Rembang (PMPR) berdeklarasi ganti bupati di tahun 2020.

Deklarasi itu dilakukan pada Ahad (2/8/2020) siang, di salah satu rumah makan di Kecamatan Pamotan.

Secara simbolis puluhan mantan kades itu menggunakan kaos dengan tulisan #2020GantiBupati, selain itu juga tanda tangan pada sebuah spanduk sebagai bukti bahwa mereka telah sepakat untuk ganti bupati di tahun 2020.

Ponco Supriyadi Ketua PMPR yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Tambakagung Kecamatan Kaliori menjelaskan, maksud dari pada aksi deklarasi 2020 ganti bupati tersebut merupakan buntut dari kekecewaan pecah kongsi pasangan Hafidz-Bayu.

Padahal, ia menambahkan, sejak awal pihaknya sudah sepakat berkomitmen mendukung pasangan Bupati Abdul Hafidz dengan Wakil Bupati Bayu Aadriyanto maju di Pilkada selama dua periode.

Menurutnya, dengan terjadinya pecah kongsi pasangan Hafidz-Bayu, berdampak pada realisasi pembangunan yang berkelanjutan yang sebelumnya telah dijanjikan.

“Maksud dan tujuannya menyampaikan harapan, sejak awal mantan kades ini komitmen mendukung Hafid-Bayu selama dua periode, namun di tengah perjalanan kami tidak tahu sebabnya terjadi pecah kongsi. Untuk itu kami melakukan deklarasi 2020 ganti bupati,” jelasnya.

Ponco menegaskan, bahwa aksi yang pihaknya lakukan tersebut tidak ditunggangi oleh salah satu bakal calon bupati, melainkan kegiatan awal untuk menuju dialog dengan kedua kandidat yang nantinya maju di Pilkada Rembang Desember mendatang.

“Tidak mengarah ke salah satu bakal calon. Ini (Deklarasi, red.) kegiatan awal untuk menuju dialogis dengan kedua kandidat nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Kades Japerejo Kecamatan Pamotan, Hasyim, yang ikut dalam aksi tersebut membenarkan, seluruh mantan kades yang tergabung di dalam PMPR sepakat tahun depan ganti bupati.

Ia juga mengatakan, PMPR tidak mengarahkan dukungan kepada salah satu bakal calon bupati, melainkan wadah untuk mantan kades yang memiliki satu tujuan yang sama yakni 2020 ganti bupati.

“Kita sepekat khususnya mantan petinggi di Kabupaten Rembang di tahun 2020 ganti bupati. Soal mendukung siapa itu nanti.

Yang penting kita sepakat dulu, kita tidak ditumpangi siapa-siapa yang penting itu nanti 2020 ganti bupati. Dan yang terpenting tidak ATK (Asal Tidak Khafidz),” ujarnya.

Hasyim mengungkapkan, aksi deklarasi 2020 ganti bupati itu muncul salah satunya lantaran ada janji dari pemerintahan Bupati Hafidz yang hingga kini tak kunjung direalisasikan.

“Dijanjikan, besok kalau kades purna akan dijanjikan tali-asih sebesar Rp20 juta, tapi sampai sekarang tiada nyata. Kekecewaan mantan-mantan (Mantan Kades) ini,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan