Puluhan Kapal Cantrang Rembang mulai Melaut

Monday, 30 January 2017 | 15:29 WIB

Nelayan cantrang di Kabupaten Rembang yang hampir sebulan menyandarkan kapalnya, kini mulai beringsut dari dermaga untuk melaut seiring telah dikantonginya SIPI dan SLO baru, sejak ketiga Januari 2017. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Puluhan kapal cantrang milik nelayan di Kabupaten Rembang terpantau mulai melaut guna menangkap ikan. Hal itu setelah mereka mengantongi surat izin penangkapan ikan (SIPI) dan surat laik operasi (SLO) dari pihak yang berwenang.

Sebelumnya, nelayan cantrang enggan menandatangani pakta integritas yang menyatakan kesiapan mereka berganti alat tangkap dari cantrang ke alat tangkap lain yang dilegalkan. Pakta integritas ini sebagai syarat yang diberikan kepada nelayan ketika akan mengurus SIPI dan SLO.

“Yang suratnya beres dan kini sudah melaut mungkin sekitar 80-an. Perkembangannya bagus,” beber Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Kabupaten Rembang Sukoco kepada reporter mataairradio.com, Senin (30/1/2017) siang.

Mereka yang melaut, menurut Sukoco, mengantongi SIPI yang masa berlakunya hingga 30 Juni 2017 atau bersamaan dengan berakhirnya masa relaksasi sebelum mulai efektifnya penerapan larangan penggunaan jaring cantrang di seluruh wilayah Perairan Laut Indonesia.

“Masa berlaku SIPI sampai dengan enam bulan atau sampai 30 Juni 2017. Kami telah meminta kepada nelayan cantrang agar konsekuen dengan pakta integritas yang sudah mereka buat dan tandatangani. Mereka sanggup mengganti alat tangkapnya dari cantrang ke alat lain,” tandasnya.

Sukoco mengatakan, saat sekarang, nelayan cantrang sudah mengarah ke penggantian cangtrang. Bahkan tanggal 1 hingga 3 Februari nanti, dia diminta menyampaikan paparan kepada pihak bank pemerintah (BRI, red.) tentang bagaimana cara pergantian alat tangkap di Rembang.

“Rata-rata ada kecenderungan ganti ke alat tangkap jenis gillnet millenium atau jaring millenium. Ada juga nelayan yang berpikir ganti ke alat tangkap jenis purseseine. Memang, saat melaut baru-baru ini, nelayan masih penuh dengan keterpaksaan. Yang penting melaut dulu,” katanya.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rembang Gunadi membenarkan bahwa sudah puluhan kapal cantrang di daerah ini yang pergi melaut menangkap ikan, seiring dengan telah beresnya dokumen resmi pelayaran yang dibutuhkan seperti SIPI dan SLO.

“Tetapi belum ada, yang saya lihat dari mereka (nelayan cantrang, red.) yang telah bersiap-siap mengganti alat tangkapnya dari cantrang ke alat tangkap lain seperti jenis gillnet millenium atau jenis purseseine,” terangnya ketika dikonfirmasi via sambungan telepon.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan