Pulang ke Rembang, Menag RI Gus Yaqut Ziarah Leluhurnya

Jumat, 25 Desember 2020 | 11:40 WIB

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas tampak khusyuk berdoa sembari memegang nisan makam sang ayah Almarhum Kiai Haji Mohammad Cholil Bisri, di Komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kabongan Kidul, Rembang, Jumat (25/12/2020) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut pulang ke rumahnya di Rembang, ziarah ke makam para leluhurnya di Kompleks Tempat Pemakaman Umum Kabongan Kidul, pada Jumat (25/12/2020) pagi.

Gus Yaqut tiba di Rembang Kota Garam pada Kamis (24/12/2020) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, bersama sejumlah rombongan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Di makam leluhurnya, Yaqut tampak khusyuk berdoa sambil memegang nisan makam sang ayah Almarhum Kiai Haji Mohammad Cholil Bisri.

“Ke makam abah, ke makam leluhur-leluhur saya, Mbah Bisri, Mbah Nyai Bisri dan semua leluhur saya, tadi pagi,” jelas Gus Yaqut.

Setelah mengunjungi dan ziarah ke makam para leluhurnya, Menag Yaqut sowan ke kediaman KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, untuk meminta nasihat.

Yaqut menambahkan, setelah menemui Gus Mus, dirinya akan bertolak ke Sarang di kediaman KH. Najih Maimoen, untuk melakukan hal yang sama yakni meminta nasihat serta arahan.

“Sekarang saya sowan ke Gus Mus, ini orang tua saya sekarang. Jadi saya harus meminta nasihat beliau kira-kira apa yang saya harus lakukan setelah mendapatkan kepercayaan dari presiden untuk menjadi Menteri Agama. Saya sudah dapatkan banyak nasihat, banyak arahan apa yang saya harus lakukan.

Nanti saya setelah ini akan ke Gus Najih di Sarang, juga akan melakukan hal yang sama. Saya akan minta nasihat arahan dan apa yang sebaiknya saya harus lakukan di kementerian yang sekarang menjadi tanggung jawab saya,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan