PT KAI mulai Data Asetnya di Pamotan, Warga Resah

Kamis, 11 Januari 2018 | 17:08 WIB

Papan aset KAI di tepi ruas Japerejo-Pamotan masuk wilayah Desa Pamotan, depan Kafe Karaoke Serimpi. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpantau kembali mendata asetnya di wilayah Kabupaten Rembang.

Warga, terutama yang tinggal di atas aset PT KAI, meresponnya dengan keresahan. Khawatir rel kereta api akan segera diaktifkan.

Zainul Asnatul Rizal, warga Dukuh Sridadi Desa Pamotan Kecamatan Pamotan mengaku melihat beberapa petugas dari KAI datang di daerahnya, Rabu (10/1/2018) kemarin.

Mereka tampak melakukan pengukuran. Tapi Zainul tidak tahu apakah aktivitas itu terkait dengan akan diaktifkannya rel kereta api di daerah ini.

“Andai rel kereta api kembali ‘dihidupkan’, ya senang tapi resah. Senang karena ada jalur kereta api lagi. Resah karena bakal kena gusur, dan kehilangan tempat usaha,” katanya.

Faqih, warga Dukuh Tajen Desa Pamotan membenarkan di daerahnya dulu dilintasi rel kereta api.

“Jika kembali diaktifkan, ya setuju. Sebab, potensi kemacetan Jalur Pantura akan terkendali,” katanya.

Selain itu, menurut Faqih, hadirnya kembali kereta api bisa menjadi solusi pemerataan transportasi.

Namun ia berharap agar pemanfaatan kembali aset PT KAI dilakukan dengan memperhatikan bangunan milik warga yang sudah terlanjur berdiri.

“Paling tidak ada ganti rugi bagi mereka ketika nantinya dilakukan penggusuran,” tandasnya.

Kepala Desa Pamotan Abdul Rouf kepada mataairradio, Kamis (11/1/2018) pagi mengatakan, pihak PT KAI sempat datang kepadanya sebelum melakukan pendataan aset mereka.

“KAI mendata aset mereka baik yang berupa tanah kosong maupun yang kini sudah dimanfaatkan warga,” katanya.

Dirinya juga sempat menyinggung KAI mengenai rencana pengaktifkan kembali rel kereta api di Rembang.

“Kata KAI belum ada rencana ke arah itu (dalam waktu dekat),” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan