PSIR Tantang Perseman Manokwari Latih Tanding

Rabu, 19 Desember 2012 | 19:32 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, PSIR Rembang akhirnya mendapatkan lawan untuk latih tanding. Tim dari Bumi Papua, Perseman Manokwari dijadwalkan akan menjadi lawan pertama PSIR dalam partai uji coba di Stadion Krida Rembang, pada Minggu 23 Desember mendatang.

Direktur Teknik PSIR, Bambang Handoyo kepada reporter MataAir Radio, Rabu (19/12) mengatakan, laga pertama latih tanding tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menguji kualitas para pemainnya.

Ada sejumlah pemain, kata Bambang, yang akan dipantau serius perkembangannya yakni Kiper anyar Rudi Nurdiansyah dan pemain belakang baru Sylla Mbamba.

Khusus untuk penampilan Mbamba, Bambang menegaskan, akan turut menentukan apakah nantinya manajemen dan pelatih berkeputusan mempertahankan Abunaw Cletus Lapula atau Sylla Mbamba.

Hanya, polemik pertimbangan tim pelatih atas siapa dari dua pemain asing yang bakal memperkuat lini pertahanan PSIR, memantik perhatian dari pengurus Gabungan Suporter Rembang (Ganster).

Jarwanto, salah seorang pengurus kelompok suporter militan PSIR ini menyebut Abunaw Cletus Lapula sebagai pemain belakang yang cukup rajin dan tampil bagus selama membela Laskar Dampo Awang.

Abunaw Cletus Lapula pun dinilai sebagai pemain yang mampu menghadirkan kekompakan bagi tim dan menciptakan irama rancak setiap laga PSIR. Tim pelatih menurut Jarwanto mestinya tidak hanya melihat keterbatasan Abu dari sisi postur.

Sementara itu, pertandingan uji coba menjamu Perseman Manokwari diharapkan akan membuka keran partai latih tanding berikutnya. Dari informasi yang dihimpun MataAir Radio, penonton pertandingan uji coba perdana PSIR ini akan dikenai kutipan karcis masuk rata-rata Rp10.000 dan untuk tribun VIP Rp20.000 per orang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan