Proyek Perbaikan Jembatan Pamotan Molor dari Kontrak

Selasa, 15 November 2016 | 19:30 WIB
Jembatan Pamotan mulai dilalui oleh pengendara sepeda motor, tetapi belum bisa untuk kendaraan beroda empat. Pengerjaan proyek perbaikan jembatan ini molor dari kontrak, yakni dari semestinya selesai 12 November 2016 menjadi ditenggat pada 2 Desember 2016. (Foto: Pujianto)

Jembatan Pamotan mulai dilalui oleh pengendara sepeda motor, tetapi belum bisa untuk kendaraan beroda empat. Pengerjaan proyek perbaikan jembatan ini molor dari kontrak, yakni dari semestinya selesai 12 November 2016 menjadi ditenggat pada 2 Desember 2016. (Foto: Pujianto)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Proyek perbaikan Jembatan Pamotan di wilayah Desa Palan Kecamatan Pamotan tidak terselesaikan tepat waktu alias molor dari kontrak.

Berdasarkan kontrak, proyek tersebut sudah harus selesai pada 12 November 2016. Namun, PT Marga Karya selaku kontraktor mengajukan perpanjangan kontrak atas proyek senilai Rp7,4 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut menyetujui permohonan perpanjangan pengerjaan Jembatan Pamotan hingga 2 Desember mendatang atau mundur 20 hari dari kontrak kerja.

Menurut Pengawas Jembatan Lasem-Sale, Warsidi, alasan yang dikemukakan kontraktor untuk mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan adalah lambatnya pembongkaran pipa PDAM di kawasan jembatan pada Februari lalu.

“Alasan perpanjangan pengerjaan secara teknis sudah sesuai. Perpanjangan pengerjaan yang disepakati oleh PPK adalah 20 hari atau sudah harus selesai 2 Desember,” terangnya kepada awak media.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (15/11/2016), pengerjaan masih menyisakan pengaspalan permukaan dan ujung jembatan. Pengaspalan akan dikerjakan sepanjang 700 meter ke arah utara dan lebih dari 100 meter ke arah selatan jembatan.

Sementara itu, molornya pengerjaan Jembatan Pamotan semakin menambah kekecewaan warga pengakses jalur provinsi. Sebelumnya, warga juga sudah kerap menyampaikan keluhan tentang lambannya pengerjaan jembatan.

“Tentu saja warga kecewa jika memang jembatan tidak selesai tepat waktu. Sebab pengerjaannya sudah sangat lama. Sekarang mulai dilalui, tapi hanya roda dua saja,” kata Mutabiin, salah seorang warga Desa Pamotan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan