Proyek Masih Digarap, DPRD Maklumi PHO Rumdin Bupati

Kamis, 5 Januari 2017 | 17:21 WIB
Pihak Komisi C dan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Rembang melakukan inspeksi penyempurnaan pengerjaan proyek tersebut, Kamis (5/1/2017) siang. Pihak DPRD Kabupaten Rembang memaklumi serah terima pekerjaan atau provisional hand over (PHO) proyek Rumah Dinas Bupati setempat. Padahal, kenyataannya masih terdapat penyempurnaan pengerjaan di lapangan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Pihak Komisi C dan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Rembang melakukan inspeksi penyempurnaan pengerjaan proyek tersebut, Kamis (5/1/2017) siang. Pihak DPRD Kabupaten Rembang memaklumi serah terima pekerjaan atau provisional hand over (PHO) proyek Rumah Dinas Bupati setempat. Padahal, kenyataannya masih terdapat penyempurnaan pengerjaan di lapangan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak DPRD Kabupaten Rembang memaklumi serah terima pekerjaan atau provisional hand over (PHO) proyek Rumah Dinas Bupati setempat. Padahal, kenyataannya masih terdapat penyempurnaan pengerjaan di lapangan.

Permakluman tersebut terungkap ketika pihak Komisi C dan unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Rembang melakukan inspeksi penyempurnaan pengerjaan proyek tersebut, Kamis (5/1/2017) siang.

Tampak pada inspeksi Wakil Ketua DPRD Gunasih dan Sumarsih serta Wakil Ketua Komisi C Chasanuddin, Sekretaris Komisi C Nur Jannah, dan Anggota Komisi C Mursyid, Supadi, Imro’atus Sholichah, Mugiyarto, Mohammad Imron, Jasmani, serta Ismari.

“(terhadap proyek yang sudah diserahterimakan tetapi kenyataannya masih ada pekerjaan) Ini kan melengkapi volume yang kurang. Rekanan menanggung pelaksanaan yang kurang. Saya maklum lah itu,” kata Ismari kepada awak media.

Menurutnya, tindakan yang demikian secara aturan dilarang. Sebab setelah proyek diserahterimakan semestinya sudah tidak ada lagi pekerjaan di lapangan, apalagi termasuk pada kategori pekerjaan utama.

“Lepas dari senang dan tidak senang, semestinya pekerjaan sudah selesai. Tapi kita melihat celah di dalamnya katanya ada volume yang kurang. Ini melengkapi tanpa bayar. Daripada ditinggal begitu saja kan malah nggak baik itu,” paparnya.

Dari kasus pada pengerjaan Rumdin Bupati dan sejumlah proyek lain yang kasusnya identik, pihak DPRD berjanji akan melakukan evaluasi di awal tahun ini secara menyeluruh, terutama menyangkut perencanaan.

“Nanti kita panggil semua, terutama DPU. Ke depan, apakah (perencanaan) itu dibuat oleh konsultan atau oleh anak buah Kepala DPU, mesti dibuat secara cermat. Waktu jangan dibuat terlalu mepet. Seperti Rumdin ini mestinya enam bulan. Ini cuma empat bulan,” tandasnya.

Kepala Bagian Umum Setda Rembang Ismail yang sekaligus PPKom proyek tersebut mengatakan bahwa Pemerintah tidak lagi punya anggaran terkait pekerjaan Rumdin Bupati. Kegiatan yang dilakukan oleh rekanan saat ini, merupakan bentuk iktikad baik.

“Ini etiket bagus rekanan dalam menyelesaikan hingga seratus persen, meskipun jika mengacu pada perencanaan gambar dan RAB telah masuk seluruhnya. Pemkab tidak membiayai sepeser pun. Sisa lelang juga sudah kita kembalikan ke kas daerah,” katanya.

Ia juga mengatakan, masih adanya pekerjaan penyempurnaan, sedangkan proyek sudah PHO, merupakan rekomendasi dari rapat yang dihadiri oleh pihaknya, rekanan, Inspektorat, dan TP4D.

“Soal pekerjaan yang belum sempurna, yaitu atap karena tumpangsari digambar cuma empat, tetapi diminta tambah jadi lima tumpang. Lalu soal kelistrikan (kabel masih berserakan, red.) dan finishing dua tiang beton sisi timur yang belum di-finishing sempurna,” katanya.

Ia pun membenarkan, agar tidak lagi terjadi persoalan sejenis di masa mendatang, perencanaan perlu jadi evaluasi, sehingga tidak berujung pelaksanaan yang berubah-ubah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan