Protes Kesewenangan Kades, Warga Bulu Kembali Datangi DPRD

Rabu, 10 Oktober 2012 | 19:15 WIB

Rembang – MataAirRadio.net – Sedikitnya 30 orang warga Desa Bulu Kecamatan Bulu, Senin (22/10) kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Rembang, guna mengadukan kepala desa mereka, Khoifin, yang selama ini dianggap telah sewenang-wenang kepada warganya.
Meski kedatangan puluhan warga itu langsung disambut Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Ridwan, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Susanto serta Cam

at Bulu Suswantoro, Kades Bulu Khoifin tak tampak hadir.
Menurut Camat Bulu Suswantoro, Khoifin telah memberitahukan tidak bisa hadir di pertemuan itu. Khoifin memilih menghadiri acaranya ketimbang menemui warganya di gedung dewan.
Sementara itu, salah seorang perwakilan warga yang juga Sekretaris Desa Bulu, Sunarto mengatakan, kades mengelola desa seperti mengatur perusahaan perseroan.
Sunarto mencontohkan, bengkok desa dijual tanpa mekanisme yang ada. Tak hanya itu, sejumlah program ditangani sendiri oleh kepala desa tanpa melibatkan unsur-unsur di pemerintahan desa.
Sebagai Sekretaris Desa, Sunarto bahkan tidak diberikan ruang kantor di balai desa dan ditutup aksesnya sebagai salah satu perangkat di Desa Bulu.

Dengarkan rekaman di sini.

Sementara itu, Ketua Komisi A, Ridwan berjanji akan membahas tindak lanjut pertemuan itu di rapat internal komisi. Pihaknya berharap, permasalahan seperti yang ada di Desa Bulu itu tidak terulang di desa lain.

Dengarkan rekaman di sini.

Setelah audiensi berlangsung selama lebih dari satu jam, akhirnya DPRD berjanji memantau perkembangan pelayanan publik di Desa Bulu. Terkait ditolaknya permintaan surat pengantar menikah yang diajukan salah seorang warga, DPRD akan mendesak Kepala Desa Bulu Khoifin agar memberikan surat dimaksud sebelum 25 Oktober 2012. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan